Breaking News:

PEMKAB KARIMUN

Bupati Karimun Ingatkan Pentingnya Peran Agama dalam Menjaga Stabilitas Nasional

Bupati Karimun Aunur Rafiq sebut, peran agama dalam menjaga stabilitas nasional sangat penting sebagai modal untuk memperkuat keragaman

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Bupati Karimun Aunur Rafiq foto bersama seusai menghadiri penyuluhan kerukunan umat beragama sebagai modal pembangunan dalam stabilitas nasional di Gedung Nasional, Selasa (27/12/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Paguyuban Among Mitro Kabupaten Karimun menggelar penyuluhan kerukunan umat beragama sebagai modal pembangunan bangsa bagi pemuda dan tokoh agama di Gedung Nasional, Selasa (27/12/2022).

Kegiatan yang ditandai dengan penyematan secara simbolis kepada peserta, dan pemukulan gong oleh perwakilan narasumber ini, dihadiri Bupati Karimun, dan Sekda Karimun.

Dalam sambutannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, peran agama dalam menjaga stabilitas nasional sangat penting di tengah-tengah keragaman agama yang ada.

"Keragaman kita ini menjadi modal untuk memperkuat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, untuk kita melakukan perbaikan-perbaikan ke depan," ujar Bupati Aunur Rafiq.

Baca juga: Halaman Rumah Dinas Bupati Karimun Jadi Nobar Final Piala Dunia 2022

Rafiq menambahkan, keragaman agama yang disertai dengan keragaman suku tidak membuat menjadi perpecahan, bahkan menjadi modal untuk memperkuat untuk membangun bangsa.

Menurutnya, selama 23 tahun usia Kabupaten Karimun, pembangunan sangat didorong keberadaan tokoh-tokoh lintas agama dan adat yang selama ini berlangsung secara harmonis.

"Termasuk dalam seminar ini nanti akan ada sumbangsih pemikiran dalam rangka mendorong pembangunan di Kabupaten Karimun," terangnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari tokoh pembentukan Provinsi Kepri, Dato Huzrin Hood, Dato Wira Zamzami, serta tokoh akademisi sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau Rodi Wahyudi.

Dalam penyuluhan yang membahas berbagai upaya dalam menjaga keberagaman suku dan agama ini, menghadirkan berbagai pihak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), paguyuban, ormas dan OKP, maupun tokoh agama serta masyarakat lintas agama.

Baca juga: Bupati Karimun Tinjau Lokasi Pembangunan di Kawasan Sungai Lakam di 2023

Dalam pemaparannya, tokoh akademisi sekaligus Dosen UIN Suska Riau Rodi Wahyudi, mengemukakan empat poin utama terhadap keberagaman agama dalam menjaga stabilitas nasional.

"Perpecahan di dalam masyarakat menjadi penyebab gagalnya program pembangunan. Lalu ada pihak-pihak tertentu yang ingin bangsa ini hancur," ujar Rodi Wahyudi.

Selain itu, dalam pembangunan yang dapat dilakukan dengan adanya stabilitas nasional serta peran penting empat pilar komponen yang ada di masyarakat.

"Keempat pilar itu adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh wanita, dan tokoh pemuda yang mempunyai peran masing-masing dalam menjaga keberagaman," ujarnya.

Terakhir, Rodi Wahyudi berpesan agar berhati-hati dalam pesta demokrasi yang juga bisa menjadi penyebab perpecahan pada Pemilu 2024 mendatang.

"Sudah banyak bukti dari hasil pesta demokrasi sebagai penyumbang terjadinya perpecahan termasuk perpecahan di dalam keluarga," ujarnya.

Dari penyuluhan yang dilakukan ini, nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang akan diusulkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sebagai forum penguatan kerukunan beragama. Kegiatan ini rencananya akan rutin dilakukan minimal empat kali dalam setahun. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved