BINTAN TERKINI

Lama Mangkrak, Gubernur Kepri Dorong Pelabuhan Berakit Bintan segera Beroperasi

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sudah membahas soal rencana koneksi kapal dari Pelabuhan Berakit Bintan ke Malaysia untuk dukung kawasan wisata

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Kondisi terkini Pelabuhan Ferry Terminal Internasional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Foto diambil belum lama ini 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Provinsi Kepri menggesa agar Pelabuhan Ferry Terminal Internasional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan bisa beroperasi.

Upaya itu dilakukan untuk mendukung kawasan wisata Pantai Trikora di Bintan yang sudah cukup terkenal hingga mancanegara.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengakui sudah bersilaturahmi dengan Menteri Besar Johor membahas hal tersebut.

"Kemarin kita sudah bersilaturahmi dengan Menteri Besar Johor, terkait bagaimana memajukan pariwisata di kawasan Pantai Trikora," ucapnya belum lama ini.

Menurut Ansar, upaya itu juga sejalan dengan rencana Bupati Bintan yang ingin memajukan kawasan wisata Trikora Bintan.

Baca juga: Tujuh Awak KLM Miftha Rezky Selamat, Bawa Kapal Dengan Kondisi Bocor Sampai ke Desa Berakit Bintan

"Jadi Trikora tidak akan pernah maju jika entry pointnya tidak dibuka. Maka kemarin kita sudah bertemu," terangnya.

Nantinya kapal dari Pelabuhan Berakit akan terkoneksi dengan kawasan wisata populer di Desa Aru Johor, Malaysia.

Kondisi terkini Pelabuhan Ferry Terminal Internasional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Foto diambil belum lama ini
Kondisi terkini Pelabuhan Ferry Terminal Internasional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Foto diambil belum lama ini (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Sebab jarak dari Berakit ke Desa Aru Johor hanya sekitar 28 mil laut.

"Jadi nanti akan dibuka ke Desa Aru Johor, jarak tempuhnya itu 1 jam 10 menit,” ungkapnya.

Ansar juga menjelaskan untuk calon operator sudah ada yang mengajukan untuk mengelola Pelabuhan Berakit.

"Kita akan mendorong agar pelabuhan di ujung Pulau Bintan itu bisa segera beroperasi," ungkapnya.

Ansar menyebut salah satu persoalan di Pelabuhan Berakit Bintan itu karena alur kapal selalu mengalami pendangkalan akibat air laut.

"Maka dari itu kita akan menggait pihak swasta untuk mengelola dan berkewajiban melakukan pendalaman alur setiap 6 bulan sekali," ungkapnya.

Ansar juga menjelaskan, di tahun 2023 Kemenhub RI akan membantu untuk perbaikan ponton pelabuhannya.

Baca juga: Tarif Boarding Pass Pelabuhan Domestik Karimun Naik Dua Kali Lipat

"Kita sudah dapat yang ingin melakukan pengerukan sekaligus menjadi operator ferry terminalnya di sana. Soalnya lokasi pelabuhan di sana harus dikeruk 6 bulan sekali,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved