Breaking News:

PARIWISATA KEPRI AMAN

Kota Tua Tanjungbalai Bakal Revitalisasi, Jadi Ikon Wisata Baru Berkonsep Dua Dimensi

Pemkab Karimun akan merevitalisasi Kota Tua Tanjungbalai dengan konsep dua dimensi yakni berpenampilan kota tua di darat dan modern di laut.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun akan menambah ikonik pariwisata dengan melakukan revitalisasi terhadap Kota Tua di Tanjungbalai, Kecamatan Karimun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Selama ini, tak sedikit orang yang hanya mengenal Pantai sebagai satu-satunya destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Padahal, sebenarnya ada destinasi lain yang tak kalah menarik untuk masuk dalam bucket list kunjungan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Yakni wisata sejarah dengan mengunjungi kota tua.

Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun akan menambah ikonik pariwisata dengan melakukan revitalisasi terhadap Kota Tua di Tanjungbalai, Kecamatan Karimun.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengonsepkan revitalisasi Kota Tua Tanjungbalai itu di tahun ini.

"Insha Allah ini akan menjadi wajah baru kota lama kita ini, sehingga bisa menjadi daya tarik dan daya dukung wisatawan untuk bisa berkunjung di masa yang akan datang," ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Pembangunan Kota Tua atau Kota lama di Tanjungbalai yang berada di Jalan Nusantara itu sudah ada sejak tahun 1925 hingga 1953.

Sebagian bangunan ada yang permanen yang berbahan batu dan semi permanen dari kayu atau papan.

Selain itu, sebagian bangunan juga telah kusam dimakan usia.

12012023kota lama di tanjungbalai
Kota Tua atau Kota lama di Tanjungbalai yang berada di Jalan Nusantara sudah ada sejak tahun 1925 hingga 1953.

Dengan begitu, revitalisasi yang akan dilakukan untuk Tanjungbalai Kota mulai keseragaman warna, penataan kabel listrik dan telepon, maupun jaringan televisi kabel.

"Ini yang akan pemerintah tata kembali, dari sisi cat akan diseragamkan seperti di Kota Tanjungpinang," ujarnya.

Menurutnya, untuk menjalankan konsep program tersebut tentu dapat dilakukan sepanjang kemampuan keuangan daerah mencukupi.

"Mudah-mudahan APBD kita kuat, kita mampu maka tidak ada salahnya. Paling tidak di tahun ini di jalan Nusantara akan kita realisasikan dahulu menyusul di Meral Kota dan Pulau Kundur di tahun 2024 mendatang," ujarnya.

Namun, Bupati Aunur Rafiq belum dapat merinci besaran anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program revitalisasi kota tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved