Sabtu, 25 April 2026

BATAM TERKINI

TERUNGKAP, Ternyata Ini Penyebab Galangan Kapal Batam Krisis Tenaga Welder 

Ketua FSPMI Batam mengungkap penyebab perusahaan Galangan Kapal di Batam mengalami krisis tenaga welder dan fitter.

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Karyawan sedang bekerja di industri galangan kapal belum lama ini. Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Kota Batam, Yafet Ramon mengungkap penyebab galagan kapal Batam krisis tenaga welder. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beredar isu kurangnya tenaga welder di Kota Batam, Provinsi Kepri menjadi sorotan berbagai pihak.

Satu di antaranya Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Kota Batam, Yafet Ramon.

Ia menilai upah murah dan kontrak kerja yang singkat menjadi penyebab kurangnya Tenaga Welder dan Fitter di kota Batam.

Banyak tenaga welder profesional yang lebih memilih keluar negeri dibandingkan dengan Batam

"Risiko kerjanya aja berbeda. Sementara hubungan kerja tidak jelas. Sekarang kan melalui outsourcing. Kan ini sama aja tidak dihargai," ujar Yafet, Senin (27/2/2023).

Selain itu, lanjut dia, upah yang diterima welder juga tak sebanding dengan risiko kerja yang dilakukan.

Ditambah dengan keselamatan kerja yang masih belum memenuhi standar.

"Skill mereka ini berbeda dengan yang kerja di manufaktur harusnya itu juga dibedakan. Upah mereka ditekan makanya mereka enggan dan lebih pilih cari di luar," katanya.

Baca juga: GRATIS, Pelatihan Welder Bagi Pemuda Tempatan Karimun, Target Bisa Kerja di Batam

Yafet menuturkan pemerintah daerah bekerjasama dengan perusahaan agar menggelar pelatihan welder dan Fitter untuk memenuhi kebutuhan pengusaha Galangan. 

"Disnaker buat pelatihan tapi hasilnya juga tidak ada," katanya 

Terpisah, Seorang pekerja galangan kapal di Sagulung, Riyadi (26) mengeluhkan perihal pembayaran gaji.

Menurutnya, kerja di galangan kapal tak seindah bayangan orang. 

Ironisnya lagi, lanjut dia, bukan masalah gaji tapi soal kepastian.

Para pekerja galangan sering dipermainkan oleh pengusaha galangan kapal melalui kontrak kerja.

“Kalau gaji sama saja. Tapi, soal kepastian kerja di kontrak per tiga bulan abis itu kami dipanggil untuk sambung lagi. Tapi, Kalau disambung biasanya perusahan main lepas begitu saja,” katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved