KESEHATAN
Apa Itu Tourette Syndrome, Simak Gejala dan Penyebabnya
Tourette syndrome adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan gerakan berulang tidak terkontrol (tik) dan suara yang tidak disengaja (suara tic)
TRIBUNBATAM.id - Pernah mendengar tourette syndrome?
Tourette syndrome adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan gerakan berulang tidak terkontrol (tik) dan suara yang tidak disengaja (suara tic).
Biasanya kondisi muncul tiba-tiba dan berulang, dimulai pada kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa.
Tourette syndrome seringkali disertai dengan gejala lain seperti gangguan ADHD dan OCD, sedangkan tik tidak selalu disertai dengan gejala lain
Di bawah ini akan diulasa tentang apa itu tourette syndrome, penyebab dan gejalanya.
Faktor penyebab tourette syndrome
Faktor penyebab tourette syndrome belum sepenuhnya benar-benar dipahami, tetapi kemungkinan dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Beberapa faktor yang telah diidentifikasi berpotensi mempengaruhi terjadinya kondisi ini pada diri seseorang adalah:
Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Baik untuk Tingkatkan Kesehatan Jantung
Baca juga: 5 Teh Herbal Baik Dikonsumsi Mengatasi Nyeri Haid
- Faktor genetik: Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jika salah satu orang tua memiliki tourette syndrome, maka anak mereka berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini.
- Perubahan kimia dalam otak: Dalam tourette syndrome, terdapat perubahan pada neurotransmitter kimia di dalam otak, terutama dopamin dan serotonin. Hal ini diyakini memainkan peran dalam regulasi gerakan dan suara yang terkait dengan kondisi ini.
- Faktor lingkungan: Beberapa faktor lingkungan telah diidentifikasi sebagai berpotensi mempengaruhi risiko seseorang mengalami tourette syndrome. Misalnya stres, perubahan hormonal, dan paparan zat kimia tertentu juga dapat mempengaruhi perkembangan Tourette Syndrome.
Namun, perlu diingat bahwa faktor-faktor ini belum sepenuhnya dipahami dan tidak semua orang dengan faktor risiko akan mengalami tourette syndrome. Kondisi ini juga dapat terjadi tanpa faktor risiko yang diketahui.
Gejala tourette syndrome
Dilansir dari laman IntisariOnline, gejala dari tourette syndrome pada dasarnya bisa bervariasi pada setiap individu, namun pada umumnya gejalanya meliputi:
- Tik motorik: gerakan yang tidak terkontrol pada bagian tubuh tertentu seperti mata berkedip-kedip, menggelengkan kepala, mengangkat bahu, atau menggerakkan tangan secara tidak sadar.
- Tik vokal: suara atau kata-kata yang tidak terkontrol seperti mengucapkan kata-kata tidak senonoh, mengeluarkan suara monoton atau berulang, atau bahkan mengulangi kata-kata orang lain.
Baca juga: Baik Bagi Kesehatan, Ini 5 Syarat Penting Bagi yang Ingin Mendonorkan Darahnya
Baca juga: Berbahaya, Ini Dampak Buruk Mengonsumsi Teh Detoks bagi Kesehatan
- Tik kompleks: kombinasi dari tik motorik dan vokal yang lebih kompleks seperti melompat-lompat sambil mengucapkan kata-kata tertentu atau mengaduk-aduk benda sambil mengucapkan kata-kata.
- Gangguan perilaku: tourette syndrome juga dapat menyebabkan gangguan perilaku seperti kesulitan dalam memusatkan perhatian, impulsif, atau kecemasan.
Seperti dijelaskan sebelumnya, tourette syndrome adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh tik, gerakan yang tidak terkontrol, dan suara yang tidak disengaja.
Sementara tik adalah gerakan atau suara yang tidak disengaja yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dikendalikan dengan keinginan sadar seperti mengedipkan mata, mengepalkan tangan, atau suara seperti mengeluarkan kata-kata atau bunyi-bunyian.
Perbedaan antara tourette syndrome dan tik adalah bahwa tourette syndrome adalah kondisi neurologis yang menyebabkan tics, sementara tics sendiri bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi, termasuk tourette syndrome.
Selain itu, tourette syndrome seringkali disertai dengan gejala lain seperti gangguan ADHD dan OCD, sedangkan tik tidak selalu disertai dengan gejala lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perbedaan-rematik-dan-asam-urat.jpg)