WAWANCARA EKSKLUSIF
Strategi Mal di Batam Raup Cuan saat Ramadan dan Lebaran
Sejumlah pengelola mal di Batam mengungkap strategi mereka meraup cuan saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
Kalau dulunya kita kan untuk massage, pedicure, manicure sampai karoke ada.
Tapi ini pelan-pelan satu persatu mulai aktif lagi.
Di sana itu yang kita kejar kan segmen pasarnya turis Singapura dan Malaysia, karena kalau ke Nagoya Hill pasti itu yang dicari juga collection barang branded.
TB: Kalau untuk event puasa jelang lebaran ini gimana Pak Ardiwanto?
A: Kalau event lebaran kita akan buat bazar ramadan untuk 28 stand collection, fashion.
Namun belum menggeliat dalam seminggu ke belakang.
Saya coba survei-survei beberapa mal yang ada di Batam, nampaknya belum menggeliat juga.
Tidak tahu lah kalau dalam seminggu ini gimana. Mungkin karena THR belum cair juga.
TB: Tenant Nagoya Hill itu kan cukup banyak. Itu yang lama-lama masih bertahan gak, atau berapa persen yang bertahan kira-kira?
A: Kalau yang lama hampir 80 persen masih bertahan pak.
Karena kebijakan dari manajemen, kita sekarang sudah mencapai normal untuk sewa dan segala macamnya pelan-pelan mulai bangkit lagi.
Jadi kalau untuk strategi marketingnya, kita tidak kontrak seperti biasa yang kontrak pertiga atau perlima tahun, perdua tahun dan net persatu tahun.
Dulu saat pandemi bisa kontrak perenam bulan, lima bulan, hingga tiga bulan kita kontrakan.
Jadi ini kebijakan untuk tidak memberatkan para tenant kita.
Namun sekarang sudah mulai lagi kontrak persatu tahun, perdua tahun juga, jafi pelan-pelan naiknya.
Ini untuk menjaga kostumer juga.
TB: Nah untuk pak Lius, apa saja kegiatan yang dilakukan selama ramadan hingga Idul Fitri?
LA: Karena kami mal baru di Batam, jadi pangsa pasar kami ke keluarga dan kalangan anak muda.
Jadi yang kami tawarkan itu seperti takelint kami yaitu experince dan differents.
Kami coba menawarkan pengalaman-pengalaman baru di mal yang gak cuma shopping tapi juga mungkin bisa kulineran, bisa tempat nongkrong dan tempat pertemuan nantu ke depannya.
Tapi kami masih belajar bertahap sih.
Nah untuk khusus ramadan, mungkin sama sih seperti mal-mal lainnya.
Kami ada bazar, kami ada event-event yang berhubungan dengan ramadan yang puncaknya di tanggal 29-30 April.
Yakni jazz yang memeriahkan hari jazz internasional.
TB: Kalau DC Mal, kira-kira ada event gak, selain bazar ramadan itu Pak Edy?
EK: Kalau kita mungkin bazar ramadannya akan diselingi pentas musik jazz sebagaimana weekend biasanya.
Lalu ada juga kita sediakan takjil dan ibadah tarawih di mal.
A: Kalau kita Nagoya Hill juga polanyabsama sih pak, panggung event kita paling religi saat weekend dan hari biasa gini paling instrumen lah.
Kalau di suraunya kita ada salat tarawih, takjilan semua kita siapkan setiap tahunnya.
Kalau untuk turis setiap weekend oke-oke, sejak Desember tahun lalu.
TB: Kalau tenant-tenant Grand Batam Mal ini agak beda konsep, karena lebih spesifik, apa benar Pak Lius?
LA: Ya kita sih banyak dengar masukkan dari konsumen juga, tentang apa sih kebutuhan mereka atau apa sih yang mereka cari selama ini gak ada, nah itu yang kita coba penuhi.
Artinya kita coba belajar maunya konsumen kita. Seperti yang baru kita masukkan itu kan kekefi.
TB: Nah kalau entertain di Grand Batam Mal ini apa saja pak, apa ada?
LA: Kalau itu, semuanya ada. Seperti tempat bermain anak di lantai tiga. Mungkin kita juga berusaha menjadi one stop shopping sih.
Artinya saat si ibu belanja, si bapak bisa kemana gitu. Pola ini sepertinya sama hampir di semua mal.
Selain itu fasilitas juga coba kita tekankan kayak ruang ibu menyusui, parkiran dan selalu improve di situ sih pak.
TB: Oh ya, biasanya kalau kunjungan lebaran gimana apakah ramai atau seperti apa?
A: Biasanya sih kalau melihat sebelum Covid, ramainya itu luarbiasa bisa sampai jam 1 atau jam 2 baru selesai ada yang nonton, nongkrong dan aktivitas lainnya.
EK dan LA: Iya, iya bisa sangat tinggi tingkat kunjungannya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tribun-Batam-Podcast-strategi-mal-di-Batam-raup-cuan-saat-Ramadan-dan-Idul-Fitri.jpg)