Minggu, 26 April 2026

KESEHATAN

Apa Itu Penyakit Talasemia? INI Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Beberapa penderita talasemia tidak akan mengalami gejala apa pun ketika kehilangan satu gen alfa, dua gen alfa, atau satu gen beta

Freepik
Ilustrasi - Beberapa penderita talasemia tidak akan mengalami gejala apa pun ketika kehilangan satu gen alfa, dua gen alfa, atau satu gen beta 

Prosedur operasi pengangkatan limpa juga akan dilakukan ketika pertumbuhannya terlalu besar.

Penderita yang kehilangan tiga gen alfa akan mengalami gejala anemia dari lahir dan berlangsung seumur hidup serta sangat parah.

Baca juga: Penyakit Menular, Ini Ciri-ciri Batuk TBC atau Bukan dan Cara Megobatinya

Baca juga: Memahami Penyakit Angin Duduk, Risiko dan Cara Mengatasinya

Talasemia beta mayor juga sering menyebabkan gejala anemia yang parah dan umumnya bisa diketahui sejak usia 2 tahun.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala talasemia yang lebih parah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengalami sakit kuning yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kuning atau pucat
  • Memiliki warna urine yang gelap atau seperti warna teh
  • Memiliki struktur tulang wajah yang tidak seimbang

Gejala talasemia sedang dan parah umumnya muncul sebelum usia 2 tahun.

Namun, penderita yang kondisinya tidak parah umumnya tidak menunjukkan gejala apapun hingga menginjak usia kanak-kanak atau dewasa.

Cara mengobati talasemia

Menurut NHS, penderita talasemia mayor atau dengan kondisi yang lebih parah perlu mendapatkan perawatan seumur hidup.

Jenis perawatan yang akan didapatkan, seperti:

  • Transfusi darah secara teratur untuk mengatasi dan mencegah anemia, namun kasus yang lebih parah memerlukan transfusi darah secara teratur sebulan sekali
  • Melakukan terapi khelasi dengan obat untuk mengurangi kelebihan zat besi di dalam tubuh karena melakukan transfusi darah, meskipun beberapa penderita tetap akan mengalami penumpukan zat besi tanpa melakukan transfusi
  • Selain melakukan perawatan tersebut, penderita juga perlu melakukan diet sehat, olahraga secara teratur, dan berhenti merokok atau minum minuman beralkohol agar tubuh tetap sehat

Baca juga: Dampak Buruk Insomnia yang Perlu Diwaspadai, Risiko Penyakit Jantung hingga Asma

Baca juga: Mirip Asam Urat, Kenali 3 Penyakit Ini agar Tidak Salah Diagnosis

Meskipun transplantasi sel punca atau sumsum tulang bisa dilakukan untuk menyembuhkan talasemia, terdapat beberapa efek samping yang akan dialami sehingga jarang direkomendasikan.

Dengan mengetahui apa itu talasemia, Anda bisa melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengobatinya atau sebelum merencanakan kehamilan.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui tingkat keparahannya dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved