Minggu, 19 April 2026

Perkelahian di Bali Antara WNI dengan Warga Rusia Gegara Asap Vape

Warga Rusia ini bikin rusuh di restoran cepat saji hingga terjadi perkelahian di Bali dengan tiga WNI. Polisi sedang menangani kasus ini.

Kompas.com
Ilustrasi Perkelahian di Bali - Polisi masih menyelidiki perkelahian di Bali antara tiga WNI dengan warga Rusia yang dipicu gegara asap vape di dalam salah satu restoran cepat saji, Senin (22/5/2023) sore. 

BALI, TRIBUNBATAM.id - Perkelahian di Bali terjadi antara warga Rusia dengan satu keluarga Warga Negara Indonesia atau WNI.

Peristiwa perkelahian di Bali tepatnya di salah satu restoran cepat saji di Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan itu pada Senin (22/5/2023) sekira pukul 17.15 Wita dalam penyelidikan polisi.

Kejadian perkelahian di Bali itu dipicu asap vape dari warga Rusia laki-laki berinisial Ai (21).

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Nyoman Karang Adiputra mengatakan, warga Rusia berinisial Ai mengalami luka gores pada pinggang sebelah kiri/

Sementara teman perempuannya berinisial Pv (29) tidak mengalami luka.

Adapun satu keluarga WNI berinisial Hr (38), HR mengalami bengkak di bagian rahang sebelah kiri dan sakit pada tulang rusuk belakang sebelah kiri.

Baca juga: Dua Pria Asal India Bunuh WNI di Bali, Ditangkap saat Akan Kabur

Kemudian En (38) mengalami sakit di bagian bahu sebelah kanan, serta lutut kanan dan kiri.

Serta seorang perempuan berinisial LL (78) yang mengalami sakit di bagian pinggang belakang sehingga susah bergerak.

"Masih dalam proses penyelidikan," kata Adiputra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/5/2023).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan awal, kejadian ini bermula ketika satu keluarga WNI sedang makan bersama di restoran tersebut.

Saat bersamaan, salah satu dari WN Rusia tersebut sedang merokok vape di dalam ruangan ber-AC tersebut.

Kemudian, satu orang dari keluarga WNI ini mengadu ke pihak manajemen restoran terkait ulah Warga Negara Asing (WNA) tersebut.

"Terus manajemen tegurlah WNA itu (WNA yang rokok vape), ternyata WNA itu enggak terima. Dia datangi pihak tamu (WNI) yang melaporkan ke manajemen itu. Setelah itu terjadi pemukulan, saling balaslah di situ," jelas Adiputra.

Baca juga: Kecelakaan di Bali, Pemotor Tewas Setelah Tabrak Feroza, Rekannya Masih Dirawat

Adiputra mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari kedua belah pihak karena sama-sama mengalami luka dalam keributan tersebut.

Saat ini, pihaknya masih berupaya memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV yang ada di lokasi untuk mengetahui secara pasti persoalan tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved