ANAMBAS TERKINI

BBM Pertalite Langka di Anambas, Balada Usang Daerah Dikenal Penghasil Migas

Potret miris Anambas yang terkenal sebagai daerah penghasil migas masih berulang. Warga bersusah payah hanya untuk mendapat BBM Pertalite.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Novenri Halomoan Simanjuntak
BBM DI ANAMBAS - Potret warga Anambas antre mendapat BBM Pertalite yang langka sejak awal Mei 2023, Jumat (26/5/2023). 

"Infonya gak tahu persis bang, hanya dari omongan warga-warga saja tadi," jelasnya.

Di tempat terpisah, warga lainnya Rohadi, mengaku terkejut mengetahui harga jual bensin pertalie yang dibelinya melonjak naik.

"Tadi saya ada lihat jual bensin di Kampung Melayu terus saya lansung beli dan sekali tahu harganya Rp 20 ribu per botol 1,5 liter," ungkapnya.

Ia menilai, dengan situasi langkanya bensin pertalite saat ini memicu dugaan 'permainan' dari oknum-oknum tak bertanggungjawab.

"Masyarakat dibuat panik. Ada isu-isu yang beredar kalau minyak nak putus, ya jadinya beli bensin pun sampai gak terbatas lagi," katanya.

Ia pun berharap, pemerintah dapat mengatasi persoalan kelangkaan ini dan mengembalikan situasi agar masyarakat tidak panic buying.

"Bila perlu itu diawasi dan diselidiki, kenapa bensin nih bisa langka dan kenapa masyarakat jadi panik, supaya jelas publik tahu persoalannya," ucap Rohadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Anambas, Masykur mengimbau warga untuk tidak panik terhadap ketersediaan pertalite di Pulau Siantan.

Bahkan kata dia, warga diharapkan tidak terpengaruh akan isu kekosongan pertalite yang beredar dari sumber yang tidak jelas dan bertanggungjawab.

"Entah isu dari mana lagi ini, Pertalite kita akan putus, padahal pasokan BBM kita aman-aman saja. Itu di Matak sampai mandi-mandi minyak loh, ini kita di Siantan sampai grasak-grusuk beli minyak sampai distok-stokin di rumah," ucapnya saat dikonfirmasi TribunBatam.id.

Ia menjelasakan, pertalite yang masuk melalui PT Air Sena pada Selasa (23/05) lalu ada sebanyak 140 Ton dan masing-masing pengecer hanya boleh menjual 1 ton dalam satu hari.

"Selanjutnya kami juga sudah bersurat ke PT Dua Bersaudara untuk menjemput minyaknya di bulan ini dan trip keduanya di bulan depan. Kalau kisaran 70 ton di Pulau Siantan itu cukup lah sebenarnya," terang Masykur.

Mencegah adanya dugaan permainan dan kecurangan serta langkanya pertalite, pihaknya juga telah mengeluarkan surat imbauan Nomor : 259/DKUMPP.510/05-2023.

"Imbauan kami sudah berlaku sejak kemarin sore dan bagi yang tidak menaati imbauan itu akan kita proses sesuai peraturan per Undang-Undangan," tegasnya. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved