Senin, 4 Mei 2026

Proyek IKN Libatkan Tenaga Kerja Asing, Luhut Binsar Pandjaitan Ungkap Alasannya

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap alasan proyek IKN melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap alasannya menggunakan tenaga kerja asing (TKA) dalam proyek IKN. Foto Luhut Binsar Pandjaitan meninjau lokasi Pantai Tanjungpinggir Sekupang, Batam, Senin (24/1/2022). 

TRIBUNBATAM.id - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN melibatkan tenaga kerja asing alias TKA.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan alasan di balik keputusan untuk mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) di proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, sumber daya manusia Indonesia belum memiliki kualitas sebaik pekerja asing.

Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya melaporkan kepada DPR terkait progres pembangunan IKN.

Dia mengungkapkan, untuk pengawasan megaproyek ini, dirinya telah memutuskan untuk mempekerjakan tenaga asing dan hal itu telah diketahui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Singapura Dukung Proyek IKN, 130 Pengusaha Negeri Singa ke Sepaku Hari Ini

Keputusan itu diambil lantaran ingin kualitas pembangunan IKN tersebut menjadi bagus sampai dengan 17 Agustus 2024.

Dalam laporannya lagi, Luhut yang juga Ketua Satgas Percepatan Investasi IKN ini tengah fokus menyelesaikan persoalan tanah di kawasan Nusantara.

"Bangsa kita enggak bisa, ya memang enggak bisa. Kualitasnya masih kadang miring-miring. Kalau Anda lihat bangunan kita, masih banyak kualitasnya kurang bagus, tidak rapi. Kuat, tapi masih belok-belok," ucap Luhut saat peluncuran Battery Asset Management Services Indonesia Battery Corporation di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (12/6/2023) malam.

Mengenai kritikan terhadap kebijakannya mempekerjakan tenaga asing, Luhut menyebutkan, harus dilihat dari sisi positifnya, karena ini untuk kepentingan nasional.

"Sepanjang untuk kepentingan nasional, kita tidak perlu ragu-ragu. Kita kadang-kadang ini munafik. Saya bilang pengawasan pembangunan ibu kota baru kita hire orang-orang bule, marah," ungkap dia.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Rencana IKN Sudah Ada Sejak Presiden Soekarno

Luhut menegaskan, pada akhirnya sumber daya manusia Indonesia nantinya akan menggantikan tenaga asing tersebut, setelah memang menguasai keahlian yang dibutuhkan.

"Berapa lama? Mungkin enam bulan, mungkin setahun. Kita pakai saja dulu dia (TKA), nanti sambil jalan, kita masukin orang tenaga kerja Indonesia yang bisa lagi," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

SINGAPURA Dukung Proyek IKN

Singapura sebelumnya mendukung proyek IKN atau Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sikap Singapura dukung proyek IKN ini disampaikan PM Lee Hsien Loong saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Negeri Singa pada Kamis (16/3/2023).

Menurut Lee Singapura dukung proyek IKN sebab proyek tersebut merupakan prioritas utama Presiden Jokowi untuk Indonesia.

Baca juga: Demokrat Singgung Efisiensi Anggaran Hingga IKN di Tengah Wacana Pemerintah Naikkan Harga Pertalite

"Singapura dengan senang hati membantu mendukung visi presiden tersebut," kata Lee dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

PM Lee Hsien Loong mengatakan, dalam pertemuannya bersama Presiden Jokowi, ia berbincang panjang lebar mengenai proyek IKN dan visi Presiden untuk menjadikan Nusantara sebagai kota yang hijau dan cerdas.

Lee menyebutkan, dukungan Singapura itu akan diwujudkan lewat berbagi pengetahuan serta kegiatan riset dan pengembangan bersama.

Kedua negara pun telah meneken nota kesepahaman mengenai pembangunan perkotaan dan perumahan yang berkelanjutan di mana IKN akan menjadi pilot project-nya.

"Salah satu MoU yang ditandatangani hari ini mencakup kolaborasi atau berbagai pengetahuan mengenai kapasitas, pembangunan, dan penelitian untuk mendukung perencanaan dan pengembangan Nusantara sebagai kota yang cerdas dan berkelanjutan," ujar Lee.

Baca juga: Ini Asal Tanah Daik yang Dibawa Gubernur Kepri ke IKN: Bekas Tapak Istana Damnah

Ia melanjutkan, sejumlah perusahaan swasta Singapura juga telah menunjukkan ketertarikannya atas proyek pembangunan IKN.

Lee berharap, ada forum yang diselenggarakan agar sejumlah investor Singapura mengetahui apa saja hal yang ditawarkan lewat IKN.

"Saya akan mendorong pengusaha dan perusahaan Singapura untuk berpartisipasi," kata Lee.

Diketahui, Jokowi bertemu dengan Lee dalam rangka pertemuan tahunan yang dilakukan antara presiden Indonesia dan perdana menteri Singapura.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang telah berada di Singapura untuk mempersiapkan kedatangan Presiden Jokowi, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tahun ini, salah satu fokus pembahasan adalah investasi Singapura di pembangunan IKN.

“Kerja sama ekonomi, digital, kesehatan, dan energi terbarukan akan menjadi fokus pembahasan,” kata Retno Marsudi dalam pesan tertulis yang dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis.(TribunBatam.id) (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved