INFO CUACA
INFO Cuaca Pulau Bintan hingga 21 Juni 2023, Termasuk Tanjungpinang hingga Tanjung Uban
BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menginfokan prakiraan cuaca di Pulau Bintan dan sekitarnya.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak |
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menginfokan prakiraan cuaca wilayah Pulau Bintan sekitarnya.
Melansir keterangan BMKG, prakiraan cuaca ini berlangsung untuk hari ini sampai dua hari ke depan, mulai 19 hingga 21 Juni 2023.
Menurut data Forecaster, cuaca di wilayah Pulau Bintan secara umum berawan dan masih berpotensi diguyur hujan ringan - sedang.
Hujan skala lokal yang disertai petir ini, diprediksi akan turun pada pagi dan siang hari.
Wilayah Pulau Bintan ini meliputi Tanjungpinang, Kijang, Lagoi, Tanjung Uban dan sekitarnya.
Prakirawan BMKG, Muhammad Fadris Dwiandoko menerangkan, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terupdate dikategorikan El Nino Lemah, di mana Indeks Nino 3.4 masih berkisar +0.98.
Selanjutnya, Indian Ocean Dipole (IOD) terupdate bernilai Netral dimana Indeks Dipole Mode masih berkisar +0.03.
Untuk Madden-Julian Oscillation (MJO) update tanggal 17 Juni 2023 aktif di Fase 3.
MJO pada fase 3-4 ini umumnya menyebabkan penambahan aktivitas konvektif atau potensi awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk wilayah Pulau Bintan
"Berdasarkan analisis cuaca skala global dan regional (ENSO dan IOD) tidak memberikan dampak signifikan untuk peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan, namun aktifnya MJO pada fase 3 menyebabkan penambahan aktivitas konvektif / potensi awan hujan di wilayah Pulau Bintan," urainya dalam rilis tertera, Senin (19/6/2023).
Baca juga: SEORANG Bocah di Batam Jadi Korban Asusila saat Main ke Rumah Tetangga
Kondisi SST yang masih hangat dapat meningkatkan pasokan uap air di atmosfer yang mendukung pembentukan awan konvektif.
Aliran udara di sekitar wilayah Kepulauan Riau didominasi adanya belokan angin (shearline) yang dapat mendukung perlambatan kecepatan angin, sehingga mempengaruhi adanya penumpukan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan.
Analisis cuaca skala lokal yakni kondisi RH yang cukup basah dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Kondisi labilitas atmosfer (SI, LI dan KI) cenderung labil ringan – sedang masih menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang
dapat menyebabkan hujan ringan – sedang yang bersifat lokal.
"Waspada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan – sedang yang dapat disertai petir atau angin kencang yang bersifat lokal," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan_20161026_212512.jpg)