Rabu, 29 April 2026

KECELAKAAN DI BINTAN

Penyesalan Guru SMKN Tak Tolong Korban Kecelakaan Maut di Bintan, Ternyata Muridnya Sendiri

Karena melihat ramai kerumunan orang di lokasi kecelakaan maut di Bintan, Jefri, Waka Kurikulum SMKN 1 Seri Kuala Lobam memutuskan untuk tak berhenti.

TribunBatam.id/ Ronnye Lodo Laleng
GURU SMKN 1 SERI KUALA LOBAM - Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Jefri Tampubolon saat menceritakan penyesalannya ketika mengetahui korban kecelakaan maut di Bintan merupakan anak muridnya sendiri. Foto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Penyesalan terucap dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Jefri Tampubolon soal kecelakaan maut di Bintan pada Senin (6/4/2026) siang.
  • Ia melihat orang berkerumun saat melintasi jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), lokasi lakalantas di Bintan itu.
  • Jefri memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah melihat banyaknya orang. Ternyata, korban kecelakaan maut di Bintan itu Muhammad Helmi (17), muridnya sendiri.

 


TRIBUNBATAM.id, BINTAN
 - Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Jefri Tampubolon menyesal soal kecelakaan maut di Bintan yang merenggut nyawa Muhammad Helmi (17) pada Senin (6/4/2026) siang.

Sebab pada hari itu, melintasi jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ia bahkan melihat ada kerumunan orang di lokasi kecelakaan maut di Bintan itu.

Karena melihat ramai kerumunan dan berpikir sudah ada yang menangani, ia memutuskan untuk tidak berhenti.

Namun dunia seakan runtuh saat tiba di rumahnya.

Tepatnya setelah ia mendapat kabar kalau yang terlibat kecelakaan tadi adalah muridnya sendiri.

Seketika itu dia merasa bersalah dan menyesal kenapa tidak berhenti untuk menolong. 

"Kalau saya tahu dia adalah almarhum Helmi pasti saya turun dan langsung mengantarkan korban ke rumah sakit," kata Jefri dengan suara lirih, Rabu (8/4/2026).

Dia mengaku kecelakaan maut di Bintan itu terus terngiang-ngiang di pikirannya.

Kejadian ini menjadi bukti bahwa betapa cepat takdir Tuhan bekerja. 

Berat rasanya kehilangan yang dirasakan, bukan hanya dari keluarga tapi orang-orang yang selama ini mengenalinya. 

Selain orangtua, rasa duka juga masih dirasakan para guru yang lain dan teman sekelas, Muhammad Helmi (17) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan.

Kabar meninggalnya siswa kelas XII itu membuat banyak orang merasa kehilangan sosok ramah itu.

Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan Indunsuri, Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, atau depan cafe Flava, Senin (6/4/2026) siang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved