Senin, 8 Juni 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Pulau Penyengat Kepri, Destinasi Wisata Sejarah di Tanjungpinang

Plt Kadispar Kepri mengungkap nama lain Pulau Penyengat Tanjungpinang yang ditetapkan sebagai destinasi wisata sejarah di Kepri.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
PULAU PENYENGAT - Pengunjung Masjid Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Penyengat merupakan satu di antara destinasi wisata sejarah dan religi di Kepri. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang jadi destinasi wisata religi di Kepri.

Pulau kecil yang berada tepat di depan ibu kota Kepri itu, terdapat berbagai peninggalan bersejarah Kerajaan Melayu.

Di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, makam-makam para raja, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Untuk mengunjungi Pulau Penyengat, biasanya masyarakat atau wisatawan harus menaiki perahu atau pompong di dermaga pelabuhan yang berada di Jalan Pos, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Bagi wisatawan dikenakan biaya Rp 9 ribu sekali berlayar.

Baca juga: Pulau Temawan Anambas, Destinasi Wisata Bahari Kepri Favorit Wisatawan

Waktu tempuh pun kurang lebih hanya 10 menit untuk sampai ke dermaga pelabuhan Pulau Penyengat

Pulau dengan luas tidak lebih dari 2 km persegi perbatasan antara Indonesia dengan Singapura ini pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Seperti becak motor untuk mengitari pusat kajian Melayu Islam yang ternama.

Sekali perjalanan dengan penumpang 3 orang, pengemudi becak motor memberikan tarif Rp 50 ribu.

Perjalanan pun memakan waktu kurang lebih satu jam.

"Boleh juga wisatawan yang menggunakan becak motor ini minta singgah dan menikmati lamanya di lokasi tersebut. Nanti tinggal hubungi kami untuk jemput kembali," kata Kosim, seorang pengemudi becak motor.

Perjalanan pertama, wisatawan akan mengunjungi makam Raja Ali Haji, pencipta Gurindam Dua Belas.

Baca juga: Bukit Tengkorak Anambas, Wisata Kepri Suguhkan Panorama Alam Pulau Siantan

Ia juga peletak dasar gramatika Bahasa Melayu.

Setelah itu, mengunjungi makam Raja Jafar, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, benteng pertahanan di Bukit Kursi, dan lokasi lokasi bersejarah lainnya

Saat berkunjung ke Balai Adat, di bagian tengah bangunan, terdapat pelaminan yang hampir seluas dinding bagian belakang bangunan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved