KARIMUN TERKINI

Korban Kecelakaan di Karimun Dapat 18 Jahitan, Penabraknya Kabur

Korban kecelakaan di Karimun harus mendapat 18 jahitan. Kejadian hingga viral ini menjadi sorotan karena penabraknya kabur.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id via TribunSumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Kecelakaan di Karimun - Korban kecelakaan di Karimun mendapat luka jahit. Penabraknya kabur meninggalkan korbannya yang tak berdaya. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Seorang anak menjadi korban kecelakaan di Karimun.

Kaki anak korban kecelakaan di Karimun ini, bahkan harus mendapat 18 jahitan.

Sementara pelaku kecelakaan di Karimun ini melarikan diri, meninggalkan korbannya.

Kecelakaan di Karimun itu berlokasi di kawasan Bukit Tiung Siderejo, Kecamatan Karimun.

Padahal jalan Bukit Tiung Siderejo Kecamatan Karimun itu tidak lebar.

Hanya satu ruas jalan yang dilewati dua arus pengendara sepeda motor maupun mobil.

Namun masih kerap terjadi, umumnya pengendara sepeda motor yang justru ngebut-ngebutan bahkan ugal-ugalan di jalan raya tersebut.

Melihat aksi pengendara sepeda motor tersebut, membuat warga setempat geram bahkan beberapa kali mereka kerap menegur pengendara yang ngebut-ngebutan itu.

Hingga akhirnya menyebabkan seorang anak yang menjadi korban tabrak lari dan mengalami luka robek di bagian kaki dan mendapatkan 18 jahitan.

Warga setempat, Marsono mengatakan pengendara yang menabrak anak itu tidak memperdulikan anak yang ditabrak, melainkan melarikan diri.

"Kejadiannya kemarin (Rabu 5/7/2023-red) seorang anak-anak ditabrak lagi, luka dikaki dan harus mendapat 18 jahitan lantaran luka robek,” ujar Marsono, Kamis (6/7/2023).

Marsono menambahkan, belum lama ini juga telah terjadi kasus yang sama yakni rombongan anak-anak yang pulang mengaji menjadi korban tabrak lari.

"Kejadian seperti bukan kali ini aja, kemarin juga yang tertabrak, anak-anak habis dari masjid dan pelakunya juga lari," ujarnya.

Dengan adanya kecelakaan di Karimun itu, warga Bukit Tiung meminta untuk pelaku dapat bertanggungjawab atas perbuatannya.

Selain itu, pengendara yang melintas di jalan Bukit Tiung agar selalu berhati-hati dan tidak ngebut.

Selain jalan yang kecil, juga banyak warga yang berlalu lalang.

"Meskipun jalan Bukit Tiung ini jadi jalan alternatif, tapi bagi pengendara juga harusnya memahami dan mengurangi kecepatan berkendara ketika melintas kawasan padat penduduk," ujarnya.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved