KEBAKARAN DI PULAU BULUH
Ketua DPRD Batam Jawab Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air, Nyawa Lebih Penting
Ketua DPRD meminta Pemko Batam merencanakan usulan warga Pulau Buluh korban kebakaran terkait pompa air untuk atasi kebakaran.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
Sementara, apabila pompa air asin tersebut tidak dipakai mudah berkarat.
Ia melanjutkan Pemko Batam hanya bisa memberikan pengetahuan ataupun edukasi terkait pencegahan kebakaran di wilayah pesisir. Edukasi ini nantinya akan melalui Camat dan Lurah.
"Nanti dari Damkar diberikan pengetahuan Preventif jadi masyarakat tahu," katanya.
Ia juga meminta, kepada kepala Damkar lebih aktif memberikan pelatihan mitigasi kebakaran kepada masyarakat di daerah pesisir. Begitu juga pengadaan pompa air tanpa melalui dana APBD.
"Kadis Damkar (Azman) harus lebih aktif lah jangan pasif untuk cari CSR. Cari perusahaannya, nanti kita arahkan CSRnya ke Dinas Damkar," kata dia.
Seperti diketahui Pemko Batam saat ini sudah memberi berupa bantuan logistik ke Pulau Buluh, Batam.
Sebelumnya, sembilan rumah di Pulau Buluh mengalami kebakaran hebat pada Rabu (19/7/2023) pagi.
Dari kejadian tersebut 13 keluarga menjadi korban dan seorang lansia bernama Su Eng meninggal dunia.
Pada peristiwa itu, warga mengeluhkan tidak adanya pompa air yang tersedia dari Pemkot Batam di pulau tersebut.
Padahal telah berulang kali diminta setiap tahunnya.
USULAN Sejak 2013
Tidak adanya fasilitas pompa air di Pulau Buluh Batam menjadi kendala warga setempat saat terjadi kebakaran sejak 2022 lalu.
Ketua RT 5, Tuti menjelaskan, kebakaran di Pulau Buluh bukan merupakan kali pertama.
Kejadian serupa sempat terjadi pada 2022 lalu.
"Pada 2022 bulan satu, Ada 19 rumah. 20 lebih KK. Kendala dari dulu pompa air susah," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Batam-Nuryanto-soal-kebakaran-di-Pulau-Buluh.jpg)