KEBAKARAN DI PULAU BULUH
Ketua DPRD Batam Jawab Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air, Nyawa Lebih Penting
Ketua DPRD meminta Pemko Batam merencanakan usulan warga Pulau Buluh korban kebakaran terkait pompa air untuk atasi kebakaran.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan rumah warga RT 06/ RW 02 yang terdampak.
Satu warga meninggal dunia, 33 warga dari 13 Keluarga korban kebakaran memilih mengungsi ke rumah saudara terdekat.
KATA Walikota Batam
Walikota Batam Muhammad Rudi sebelumnya menjawab permintaan warga Pulau Buluh soal pompa air asin.
Permintaan warga ini bukan tanpa alasan. Sebab setidaknya sudah dua kali kebakaran di Pulau Buluh Batam terjadi di permukiman mereka.
Selain kebakaran di Pulau Buluh Batam pada Rabu (19/7/2023), kebakaran serupa pernah terjadi pada Jumat (21/2/2023).
Musibah kebakaran di pulau ini sebelumnya menimpa warga RT 04 dan RT 05 RW 02 Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Jumat (21/1/2022).
Total ada 19 rumah masyarakat yang terbakar pada peristiwa nahas tersebut.
Baca juga: Kata Polisi Soal Kebakaran di Pulau Buluh Batam
Belasan unit rumah tersebut dihuni 22 kepala keluarga dengan total 75 orang warga yang terdampak langsung.
Sedangkan pada kebakaran di Pulau Buluh Batam kemarin, ketiadaan pompa air menjadi kendala dalam proses pemadaman api.
Terdapat satu korban jiwa pula dalam kebakaran di Pulau Buluh Batam itu.
"Mahal, mereka (Warga Korban Kebakaran Pulau Buluh) minta pompa air asin. Alat itu perawatannya mahal. Kalau tidak di pakai dia bisa berkarat. Tentu kita mendoakan biar tidak ada kebakaran lagi," ujar Rudi, Kamis (20/7/2023).
Menurut Muhammad Rudi, Pemko Batam sukar merealisasikan permintaan warga Pulau Buluh itu.
Pengadaan pompa air asin untuk penanganan kebakaran di wilayah pesisir cukup mahal.
Baik pembelian alatnya maupun perawatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Batam-Nuryanto-soal-kebakaran-di-Pulau-Buluh.jpg)