KEBAKARAN DI PULAU BULUH
Ketua DPRD Batam Jawab Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air, Nyawa Lebih Penting
Ketua DPRD meminta Pemko Batam merencanakan usulan warga Pulau Buluh korban kebakaran terkait pompa air untuk atasi kebakaran.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ia menjelaskan, pada kejadian 2022 lalu tidak ada korban jiwa. Namun, pada tahun ini terdapat satu korban jiwa.
Menurutnya, para warga telah mengajukan pengadaan pompa air sejak 2013 lalu, tetapi, sampai saat ini belum juga terwujud.
Padahal, Pulau Buluh termasuk pulau padat penduduk saat ini sehingga sangat membutuhkan sarana antisipasi kebakaran.
"Dari 2013. Cuma sampai sekarang belum ada. Waktu musrembang sudah diajukan juga. Karena di sini padat. Ini bangunan lama dan kebanyakan dari kayu," ucapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua RT 9, Juliana.
Ia menilai, jika Pulau Buluh memiliki pompa air tersendiri maka penanganan kebakaran akan lebih cepat.
"Setiap musrenbang selalu kami usulkan. Kemarin katanya mau dikasih juga satu dulu," tuturnya.
Ia berharap, Pemko Batam dapat segera menyediakan pompa air untuk warga Pulau Buluh.
Dengan demikian, keadaan darurat seperti kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Roma Uly Sianturi/Bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Batam-Nuryanto-soal-kebakaran-di-Pulau-Buluh.jpg)