BATAM TERKINI
PENJELASAN BMKG Batam Soal Dampak El Nino Pada Pasokan Pangan di Kepri
BMKG Hang Nadim Batam mengungkapkan dampak el nino terhadap pasokan pangan di wilayah Kepri.
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Secara nasional Indonesia memasuki fenomena El Nino, fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.
El Nino terjadi ketika suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya, ini mempengaruhi pola cuaca.
Fenomena ini bisa menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah Indonesia atau musim kemarau.
BMKG memprediksi puncak dampak El Nino akan terjadi pada akhir Agustus-September 2023 mendatang.
Hasil monitoring BMKG, sebanyak 63 persen dari zona musim telah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dari normalnya-dan juga lebih kering dari tiga tahun sebelumnya.
Lantas apakah fenomena El Nino ini berdampak pada masyarakat di Kepulauan Riau?
Kepala Stasiun kelas 1 Hang Nadim Batam, Abdi Setiadi menyebutkan fenomena El Nino secara cuaca tak begitu berdampak di wilayah Kepri.
Baca juga: RIBUAN Warga Rempang Batam Ancam Tidak Beri Suara saat Pilkada 2024
Hal itu dikarenakan, Kepri berada di wilayah equator atau garis katulistiwa. Fenomena cuaca di Kepri lebih kepada potensi hujan sepanjang tahun.
“Kita di Kepri tidak terlalu terdampak oleh adanya El Nino dikarenakan fenomena cuaca kita lebih kepada potensi hujan sepanjang tahun,” ujar kepala stasiun BMKG kelas 1 Hang Nadim Batam, Abdi Setiadi kepada Tribun Kamis (24/8).
Tak seperti daerah lainnya di wilayah timur, kata dia yang dilanda musim kemarau panjang hingga kekeringan.
Lantas Kepri kenapa tak begitu berpengaruh dampak El Nino, Abdi pun menjelaskan berdasarkan luas wilayahnya, Kepri didominasi lautan. Luas lautnya 96 persen sedangkan daratan hanya 4 persen.
“Ciri wilayah Kepri tak banyak dimiliki wilayah lainnya yang luas lautan 96 persen sedangkan daratan hanya 4 persen. Ditambah lagi Kepri berada di wilayah equator atau garis katulistiwa,” katanya.
Melihat potensi itu, maka penguapannya sangat tinggi dan hal ini dapat meningkatkan konveksi pembentukan awan yang dapat menerbitkan peluang hujan.
Curah hujan di Kepri terjadi sepanjang tahun,
Kategori hujannya pun sangat ringan dan ringan antara 5 sampai 20 mm perhari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24082023BMKG-Hang-Nadim-Batam.jpg)