OKNUM PASPAMPRES ANIAYA WARGA
Demi Rp 50 Juta, Oknum Paspampres Tega Aniaya Imam Masykur hingga Tewas
Oknum paspampres menyiksa Imam Maskyur hingga tewas dengan motif pemerasan. Praka RM pura-pura jadi polisi
Pengakuan Saksi
Seorang saksi berinisial B (40) mengaku mengingat betul peristiwa yang menewaskan Imam Masykur itu.
Menurutnya, di dalam ruko itu, ada satu orang yang langsung menyeret Imam.
Ia melanjutkan, korban dan pelaku sempat terlibat perkelahian.
"Dia (Imam) posisi kayaknya lagi salat. Saya sempet denger rampok-rampok."
"Dia sempet dipiting kan yang orang (pelaku) itu," kata B kepada wartawan, Senin, dilansir Serambinews.com.
Tak lama kemudian, dua orang lainnya menghampiri Imam ketika warga setempat membantu korban.
Namun seorang terduga pelaku, mengaku sebagai polisi hingga membuat warga mundur teratur, membiarkan Imam dibawa dengan mobil.
Kedua terduga pelaku lantas mengadang warga sambil mengaku dibekali surat tugas untuk menangkap Imam.
"Semua orang cuma enggak berani pada melerai karena dia bilang saya bawa surat tugas, bawa map. Cuma saya enggak tahu map itu isinya apa, saya enggak tahu," jelas B.
Setelah itu, Imam langsung diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil oleh para terduga pelaku.
Sebagai informasi, Imam Masykur merupakan anak dari pasangan Masykur (57) dan Fauziah (47), warga Desa Mon Keulayu Gandapura, Bireuen, Aceh.
Imam Masykur baru setahun di Jakarta bersama keluarga sepupu, Said Sulaiman.
Para terduga pelaku penganiayaan disebut meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga Imam.
Namun, karena permintaan tebusan tersebut tidak dikabulkan, Imam disebut terus dipukuli di antaranya di bagian punggung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.