BATAM TERKINI
Ipda Regina Raih Prestasi Gemilang Harumkan Polda Kepri di Turki
Dia menjadi lulusan terbaik Akademi Kepolisian Tukriye. Lantas bagaimana kisahnya mengukir prestasi di luar negeri?
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polisi Indonesia juga bisa mengukir prestasi di luar negeri. Satu di antaranya Polwan Ipda Regina Andrilla Setiawan.
Dia menjadi lulusan terbaik Akademi Kepolisian Tukriye. Lantas bagaimana kisahnya mengukir prestasi di luar negeri?
Berikut disajikan cuplikan wawancara eksklusif Tribun Batam Podcast edisi Rabu 30 Agustus 2023 dengan tema 'Raih Prestasi Gemilang Harumkan Polda Kepri di Tirkiye'.
Keterangan, Tribun Batam= TB, Ipda Regina Andrilla Setiawan= RA.
TB: untuk mengawali perbincangan kita dalam Podcast Tribun Batam hari ini, saya persilahkan kepada mba Regina untuk memperkenalkan diri.
Seperti apa sebenarnya mba Regina ini bisa sampai proses di sana, Silahkan mba?!
RA: saya sekarang dinas di Polda Kepulauan Riau, bagaimana kisah saya bisa menempuh pendidikan S2 di Turkiye? Itu karena, saya memang ingin mempunyai pengalaman atau pendidikan dan merasakan hidup di luar negeri sejak saya SMA.
Sejak SMA saya bercita-cita ingin kuliah di luar negeri pada saat SMA, saya mempunyai keinginan itu.
Cuman misalnya menggunakan biaya sendiri mungkin orangtua rada keberatan, jadi saya harus mengejar beasiswa jadi itu pilihan saya.
Pada saat lulus SMA saya ada dua pilihan, kalau tidak kuliah di luar negeri saya masuk ke institusi kepolisian seperti orangtua saya.
Pada saat lulus SMA saya sudah keterima kuliah cuman itu bukan keinginan saya, satu tahun setelah lulus SMA saya mengejar apa yang saya inginkan.
Saya persiapkan diri saya, lulus SMA saya daftar Akpol juga, cuman masih ada yang kurang dan masih belum siap.
Satu tahun menunggu itu saya persiapkan diri saya semuanya, apa yang harus saya perbaiki.
Dan juga saya mendaftar beasiswa pemerintah Turkiye, saya sudah lukus seleksi administrasi dan sempat diundang ke KBRI Turkiye di Jakarta untuk memaparkan visi misi saya.
Lalu itu 3 bulan proses nya untuk menunggu diterima atau tidak.
Tapi di sisi lain saya juga mendaftar menjadi anggota kepolisian di Akpol Semarang, taruna Akpol.
Saya sudah di Semarang, tapi belum ada jawaban juga yang dari yang Turkiye ini tapi di Akpol sudah lulus terpilih.
Jadi saya tinggalkan yang Turkiye saya fokus mengikuti pendidikan di Akpol Semarang selama 4 tahun.
Tahun 2020 saya lulu, cita-cita itu belum luntur saya masih punya keinginan melanjutkan kuliah saya di luar negeri.
Akhirnya saya melihat surat telegram penerimaan beasiswa mahasiswa 3 orang untuk dikirim ke Polisi Akademi Turkiye.
Di situ saya melihat syarat-syarat nya sudah punya. Sertifikat bahasa Inggris saya sudah lengkap dan nilai nya juga memenuhi dan lainnya.
Akhirnya saya transkip data saya dan kirim ke SDM Mabes, lalu mengikuti seleksinya dan Alhamdulillah saya menjadi salah satu yang terpilih.
TB: mungkin mba Regina bisa menjelaskan kenapa memilih Turkiye? Apa yang menjadi pertimbangan mendasar sehingga memilih Turkiye bukan negara lain?
RA: tahun 2016 itu saya berpikirnya saya masih remaja, saya masih takut mungkin kalau misalnya kultur di Eropa atau Amerika.
Jadi saya berpikir oh Turkiye kayaknya negara muslim, untuk anak labil seperti saya kayaknya cocok.
Kemudian Turkiye juga mahasiswa Indonesia banyak sekali di sana.
Dan juga kurikulum pendidikan Turkiye sudah sama dengan eropa.
Biaya hidupnya juga tidak terlalu tinggi seperti di eropa.
TB: mba Regina kan setelah diterima Akpol dan sudah lulus enjoylah pastinya, tetapi mba Regina memilih untuk melanjutkan impian yang 4 tahun lalu ini dibangkitkan kembali untuk bisa kuliah di luar negeri.
Apa kira-kira benefit yang didapat saat mengikuti perkuliahan di sana?.
RA: benefit nya tidak hanya dari akademik saja, pastinya juga dari pengalaman. Itu yang tidak didapatkan orang-orang yang tidak mau mencoba mencari pengalaman di luar negeri.
Saya sebagai anggota Polri insyaallah saya nantinya akan menjadi pimpinan, yang nantinya menurut saya benefitnya tidak hanya ilmunya saja tapi juga relasi dengan rekan-rekan saya di seluruh dunia.
Karena yang dikirim ke polisi akademi Turkiye itukan berasal dari polisi negara lain.
TB: hal yang dipelajari di sana kan mengenai scurity manajemen, kira-kira hal yang dipelajari di sana bagaimana implementasi nya di Indonesia apakah sama atau berbeda?
RA: kalau misalnya untuk perkuliahan nya sendiri ilmunya tatanan kenegaraan nya sama ya pak karena kita sama-sama negara Republik.
Tapi untuk perbedaannya itu di pasal-pasalnya saja, kalau mereka struktur nya beda dengan negara kita, kalau kita kan ada KUHP dan sebagainya, mereka juga ada.
Nah bagi Tribuners yang ingin menyaksikan lebih lanjut terkait perbicangan pengalaman seorang Polwan Ipda Regina Andrilla Setiawan di Turkiye dapat menyaksikan di link YouTube dan Facebook Tribun Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fasfsafs.jpg)