KISRUH REMPANG

Panglima TNI Turunkan Tim Gabungan Terkait Bentrok di Rempang Batam

Panglima TNI bakal menindak tegas oknum prajurit jika terbukti terlibat dalam bentrok di Pulau Rempang, Galang, Batam, Kamis (7/9).

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan tim gabungan TNI turun ke Pulau Rempang, Batam, Kepri terkait bentrok yang terjadi, Kamis (7/9/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono buka suara terkait kisruh di Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (7/9/2023).

Saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Panglima TNI menegaskan keberadaan prajurit TNI di Pulau Rempang Batam hanya membantu aparat kepolisian.

Ia menegaskan bakal menindak tegas prajuritnya yang bertindak di luar prosedur.

Bentrok antara tim terpadu dengan sejumlah warga di Pulau Rempang tak terhindarkan saat itu.

Massa mencoba menutup jalan masuk tim terpadu sejak dari Jembatan IV.

Sejumlah pohon ditumbangkan warga di sana untuk menghalangi jalan masuk tim terpadu.

Baca juga: Ada Negara Tak Happy Hilirisasi di Rempang Batam

Tidak hanya itu, warga menggunakan kontainer dengan harapan tim terpadu tidak bisa merangsek masuk ke lokasi pengukuran lahan, bagian dari rencana Rempang Eco City.

Suasana mencekam bahkan terjadi hingga malam hari.

Demo lanjutan pun terjadi di depan gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (11/9).

Gedung BP Batam pun rusak, sejumlah kaca pecah akibat lemparan batu dari massa.

Anggota Polresta Barelang setidaknya menetapkan 26 orang sebagai tersangka kisruh depan BP Batam itu.

Sejumlah anggota Polri pun dilaporkan terluka dalam kejadian itu.

Pemerintah berencana merelokasi warga Rempang, Batam karena adanya proyek pembangunan pabrik kaca terintegrasi hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Xinyi Group asal China.

Diperkirakan, total investasi sekitar 11,5 miliar Dolar AS atau setara Rp 117,42 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja kurang lebih 30 ribu orang.

Baca juga: BP Batam Hadiri RDP di Gedung DPR, Bahas Pengembangan Rempang Eco City

Namun, warga setempat yang telah berpuluh-puluh tahun menempati wilayah tersebut menolak relokasi dan sempat terjadi kericuhan saat polisi hendak mengamankan berbagai aksi unjuk rasa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved