KISRUH REMPANG
Polda Kepri Datangi Warga Rempang Cate Batam Sosialisasikan Relokasi
Sosialisasi relokasi kepadsa warga Rempang Cate dilakukan anggota Polda Kepri bersama Polsek Galang dan pemerintah setempat, Selasa (12/9).
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polda Kepri, Polsek Galang bersama pemerintah melaksanakan sosialisasi di Blongkeng, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sosialisasi dilakukan terkait rencana relokasi dalam pembangunan Rempang Eco City.
Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra mengungkap jika selain sosialisasi, mereka juga membagikan 17 paket sembako kepada warga yang terdampak relokasi.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan relokasi masyarakat Blongkeng ke lokasi rusun yang telah disediakan oleh pemerintah," kata Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra saat dihubungi TribunBatam, Kamis (14/9/2023).
Pandra berharap, sosialisasi relokasi itu dapat menciptakan perubahan positif dan perbaikan kualitas hidup masyarakat Blongkeng.
Selain itu, Pandra mengatakan dengan kegiatan ini semoga masyarakat mendukung langkah-langkah pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan mereka.
Kegiatan yang digelar, Selasa (12/9) menyasar dua lokasi.
Yakni Masjid Al Mukmin, Blongkeng dan Pulau Mubut, Kelurahan Sembulang.
Kasubdit Binsatpam Ditbinmas Polda Kepri, Kompol Krisna Ramadhani dan Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral turut hadir di tengah-tengah masyarakat saat sosialisasi di Masjid Al Mukmin, Desa Blongkeng.
TIGA Opsi
Dialog dengan warga Rempang, Batam terkait proyek Rempang Eco City sebelumnya masih berlanjut.
Apabila warga sudah mendaftar dan bersiap untuk pindah ke tempat relokasi sementara, Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah menyiapkan fasilitasnya.
"Ada 3 opsi kan pilihan. Pertama rusun, kedua ruko, ketiga rumah kontrakan yang dipilih oleh warga. Terserah mereka mau ngontrak dimana, entah di rumah keluarganya. Nanti kita yang bayar Rp 1,2 juta," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan, Kamis (14/9/2023).
Ia mengatakan, untuk fasilitas di rusun sudah tersedia. Seperti aliran listrik dan air yang lancar.
"Rusunnya selama ini sudah biasa disewa-sewakan," katanya.
Sementara untuk proses pindah, Pemko Batam juga menyiapkan transportasi buat mengangkut barang-barang penduduk Rempang. Sehingga bisa memudahkan warga dalam proses pindah.
"Anggaran-anggaran ini disediakan oleh BP Batam," katanya.
Ia melanjutkan, tempat relokasi yang disiapkan untuk warga Rempang itu sifatnya hanya sementara waktu, sembari menunggu hunian yang baru selesai dibangun.
"Misalnya 5 sampai 12 bulan proses pembangunannya. Yang penting dipindah kalau rumah tetapnya selesai dibangun. Pemerintah menjamin kenyamanan warga selama di tempat sementara," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan kepastian agar pembangunan rumah ganti mereka bisa selesai tepat waktu. Sehingga warga tidak lama di tempat sementara.
Pemko Batam menyiapkan tiga rumah susun (rusun) atau sekitar 202 kamar untuk tempat relokasi sementara bagi warga Rempang.
Rudi mengatakan, selain rusun Pemko Batam, ada beberapa rusun lainnya yang disiapkan. Yaitu Rusun BP Batam (lima rusun), Rusun Jamsostek (tiga rusun), serta ruko dan perumahan yang ada.
"Ada tiga lokasi rusun yang disiapkan dan telah disampaikan dengan tim. Ada di daerah Kabil, Tanjung Uncang, dan saat ini sudah di mapping segala perlengkapan di sana," kata Rudi.
Ia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 1.138 unit yang disiapkan untuk tempat relokasi sementara bagi warga Rempang.
"Di Tanjung Uncang ada 2 blok yang tersedia , dan sekarang pun masih didata. Kalau kurang akan kita siapkan lagi tempat relokasi lain. Tapi sejauh ini masih cukup untuk dipakai sementara," ujarnya.
Terkait kesiapan sanitasi di setiap rusun, Rudi menyebutkan hal tersebut juga sudah dipastikan siap digunakan untuk memenuhi kebutahan warga yang direlokasi.
"Semua kebutuhan standar kehidupan tempat tinggal sudah disiapkan dan semua sudah dilengkapi dan diantisipasi termasuk dengan kebutuhan air, listrik, dan bahan dasar lainnya," ujarnya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan pembelajaran bagi siswa-siswi di Rempang juga akan dipindahkan di sekitar tempat relokasi sementara.
"Jadi siswa yang di Rempang itu, nanti di siapkan sekolah yang dekat sama rusun. Kalau rasionya masih memungkinkan melaksanakan belajar mengajar di situ, maka masuk di ruang kelas yang ada. Tapi kalau dia sudah tidak memungkinkan, nanti kita buatkan sif baru lagi," ujarnya.
Ia mengatakan, semua pelayanan pendidikan itu difasilitasi dan dijamin semua.
"Jadi mereka sudah tidak sekolah yang di Rempang sana, tapi mereka sekolah di dekat rusun," kata Rudi.(TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sosialisasi-relokasi-warga-Rempang-Cate-oleh-Polda-Kepri.jpg)