Jumat, 24 April 2026

KISRUH REMPANG

Kapolri Tambah 400 Personel Buntut Ricuh di BP Batam Soal Rempang

Kapolri mengatakan penambahan personel di Batam terkait polemik Pulau Rempang akan terus ditambah menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi.

TribunBatam.id/Dok Humas Polda Kepri
KAPOLRI KE BATAM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menambah 400 personel buntut kericuhan yang terjadi di BP Batam terkait polemik Pulau Rempang. Foto saat Kapolri menutup rapat teknis Biro SDM Polri se-Indonesia di salah satu hotel di Batam, Jumat (18/3/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polri menambah pasukan untuk ditempatkan di Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Instruksi penambahan sebanyak empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau setara 400 personel ini merupakan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penambahan pasukan tersebut merupakan buntut kericuhan yang terjadi di area BP Batam, Kepulauan Riau, Senin (11/9/2023).

Puluhan orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Barelang karena polisi memiliki bukti jika mereka merusak bangunan milik pemerintah itu.

Polemik yang terjadi di Pulau Rempang masih menjadi perhatian publik sampai hari ini.

Tepatnya setelah ada rencana pembangunan Rempang Eco City yang disebut-sebut berdampak pada warga tempatan yang lebih dulu bermukim di sana.

Baca juga: Warga Singapura Soroti Polemik Rempang, Apa Batam Aman?

Meski begitu, pemerintah mengklaim telah menyiapkan relokasi untuk warga yang terdampak di sana.

"Tentunya kekuatan personel saat ini terus kami tambah ada kurang lebih 4 SSK. Dan ini akan terus kami tambah serta menyesuaikan dengan eskalasi ancaman yang terjadi," ujar Sigit kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).

Meski menyebut akan menambah pasukan, namun Kapolri mengatakan akan tetap memprioritaskan pendekatan sosialiasi dengan masyarakat dalam penanganan persoalan tersebut.

Sebab menurutnya kericuhan yang terjadi lantaran adanya kesalahan komunikasi sehingga terjadi kerusuhan dan penyerangan di kantor BP Batam.

"Karena memang ada beberapa hal yang mungkin masih perlu ada kejelasan."

"Kemudian tentunya memerlukan keputusan-keputusan yang lebih komperhensif," jelasnya.

Baca juga: Polda Kepri Datangi Warga Rempang Cate Batam Sosialisasikan Relokasi

Alhasil untuk meredam kericuhan tersebut pihaknya pun langsung mengamankan situasi yang ada di sekitar lokasi BP Batam.

"Yang kemudian mau tidak mau itu harus kita cegah kita dorong, terjadi juga penyerangan terhadap anggota saat itu kita hanya bertahan sehingga kemudian ada anggota yang terluka," ujarnya.

PANGLIMA TNI Turunkan Tim

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved