Minggu, 26 April 2026

Cerita di Balik Berdirinya Minamisebo Tugu Jepang di Pulang Rempang

Serdadu Jepang pernah tinggal di Pulau Rempang saat menunggu kepulangan ke negara asal. Jejak mereka ditandai dengan berdirinya Tugu Jepang

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Aminuddin
Tugu Jepang atau Monumen Tentara Jepang di Kampung Sembulang, Kecamatan Galang, Pulau Rempang, Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nama Pulau Rempang tengah viral dan jadi sorotan publik.

Berawal dari bentrok yang terjadi antara warga dan aparat keamanan di Rempang, Kamis (7/9/2023) lalu terkait proyek Rempang Eco City.

Saat itu warga menolak petugas masuk ke kampung mereka di Rempang untuk melakukan pematokan lahan.

Warga Rempang menolak direlokasi dari tempat tinggal dan tanah kelahiran mereka.

Menyikapi hal ini, Presiden Joko Widodo sampai memerintahkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia turun ke Rempang, menjelaskan ke warga soal rencana investasi di sana yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Terlepas dari persoalan ini, Pulau Rempang memiliki banyak hal menarik, di antaranya sejarah.

Terutama terkait dengan Perang Dunia II dan perang kemerdekaan Indonesia.

Sekadar informasi, Pulau Rempang termasuk salah satu pulau yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya di Kecamatan Galang, Kota Batam.

Pulau ini memiliki luas sekitar 165 km persegi.

Tugu Jepang atau Monumen Tentara Jepang di Kampung Sembulang, Kecamatan Galang, Pulau Rempang, Batam
Tugu Jepang atau Monumen Tentara Jepang di Kampung Sembulang, Kecamatan Galang, Pulau Rempang, Batam (tribunbatam.id/Aminuddin)


Sejarah di Pulau Rempang salah satunya diceritakan terjadi pada tahun 1945. Saat itu Jepang menyerah kepada sekutu dan mengakhiri pendudukannya di Indonesia.

Namun sebelum pulang ke negerinya, sejumlah tentara Jepang harus menunggu di beberapa pelabuhan di Indonesia, termasuk di Pulau Galang dan Rempang.

Baca juga: Camp Vietnam Pulau Galang Batam, Lokasi Bersejarah Jadi Destinasi Wisata

Di sana, mereka tinggal dalam barak-barak yang dibangun oleh sekutu.

Jenderal Agung TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution atau AH Nasution, salah satu tokoh militer Indonesia yang turut menjadi saksi pemulangan militer Jepang dari Indonesia ke negara asalnya.

Abdul Haris Nasution atau AH Nasution menulis sebuah buku berjudul 'Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia: Diplomasi Sambil Bertempur' yang menceritakan pengalamannya selama perjuangan kemerdekaan.

"Jepang dengan memakai kapal-kapal kecil didaratkan di Pulau Rempang, sedang opsir utusan tentara kita serta kaum wartawan diantar oleh seorang opsir Inggeris dengan motorboot mendarat di Pulau Rempang," begitu tulisan di salah satu bab bukunya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved