Rabu, 20 Mei 2026

BATAM TERKINI

Kabut Asap di Batam Mengkhawatirkan, Sekdako Minta Warga Kembali Pakai Masker

Kabut asap di Batam membuat Sekdako Batam bereaksi. Ia mengimbau agar warga kembali memakai masker seperti saat pandemi covid-19.

Tayang:
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
KABUT ASAP DI BATAM - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin Hamid mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah imbas abut asap di Batam. Foto Sekdako Batam membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2022 di Sahid Batam Centre Hotel & Convention, Senin (23/5/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kabut asap di Batam berdampak pada kualitas udara di kota industri ini.

Kabut asap di Batam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menyebabkan kualitas udara di Batam menurun.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), pada hari ini, Sabtu (7/10), nilai indeks standar pencemar udara (ISPU) di kota ini mencapai 114, yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin, M.Pd., mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika harus beraktivitas.

Hal ini untuk mencegah dampak buruk kabut asap bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Baca juga: Kualitas Udara di Batam Menurun, Pemko Belum Terbitkan Surat Edaran Pakai Masker

“Atas nama Wali Kota Batam, Bapak Muhammad Rudi, saya mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar rumah diharapkan dapat menggunakan masker. Bagi anak-anak, lansia dan penderita asma sebaiknya hindari bermain di luar rumah,” ujarnya.

Jefridin menjelaskan bahwa nilai ISPU di Kota Batam relatif naik sejak 18 September 2023.

Pada 4 Oktober 2023, nilai ISPU masih berada pada kategori sedang dengan angka 94. Namun pada hari ini, nilai ISPU sudah naik ke kategori tidak sehat.

“Artinya pada tiga hari yang lalu kualitas udara di Kota Batam masih berada dalam rentang 51-100 yang masuk dalam kategori sedang. Tadi pagi dilakukan monitoring ISPU sudah naik dalam rentang 101-200 berada pada kategori tidak sehat,” jelasnya.

Menurut Jefridin, tingginya nilai ISPU Batam berhubungan erat dengan kejadian karhutla di Sumatra.

Data dari BMKG menunjukkan bahwa jumlah hotspot karhutla di Sumatera pada hari ini sebanyak 1.958 titik dan di Sumatera Selatan berjumlah 1.386 titik.

Baca juga: Kasus ISPA di Batam Meningkat, Kadinkes Singgung Kualitas Udara

Jika melihat arah angin, kejadian di Batam mendapat kiriman dari daratan Sumatera Selatan.

Berdasarkan AQMS, ada lima kategori ISPU. Yakni dengan rentang 0-50 pada kategori baik, rentang 51-100 pada kategori sedang, rentang 101-200 pada kategori tidak sehat.

Rentang 201-300 pada kategori sangat tidak sehat, dan rentang 301 ke atas pada kategori berbahaya.

Kualitas udara yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia maupun hewan yang sensitif.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved