BATAM TERKINI
Warga Bengkong Wahyu Curhat Sulit Dapat Kerja hingga Masalah Banjir ke Udin
Warga Bengkong Wahyu curhat dari masalah susah dapat kerja hingga masalah banjir saat reses Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho ke Bengkong
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sulitnya mendapat pekerjaan menjadi salah satu polemik yang terjadi di masyarakat saat ini.
Hal ini diungkapkan seorang warga Bengkong Wahyu, RT 4 RW 17, Kelurahan Tanjungbuntung, Ani dalam reses Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, baru-baru ini.
Saking sulitnya mendapat pekerjaan, tak sedikit warga harus menggunakan uang hingga peran orang dalam untuk bisa masuk ke perusahaan.
Ani juga mengeluhkan soal sulitnya mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kursi untuk kebutuhan siswa di sekolah negeri.
"Sebagai orangtua yang punya anak yang baru tamat sekolah, lowongan pekerjaan yang sedikit membuat anak kami sulit dapat kerja," kata Ani dalam tanya jawab reses.
Di tempat yang sama, persoalan lain yang disampaikan warga mulai dari infrastruktur, khususnya antisipasi banjir.
"Kami minta penanganan banjir pak. Kalau hujan kami sudah risau. Makanya kami mohon kepada Pak Udin untuk mengabulkan permintaan kami ini," kata tokoh masyarakat Hasibuan saat reses.
Baca juga: Reses di Perumahan Botania Garden Batam, Ahmad Surya Tampung Aspirasi Warga
Diketahui, pertemuan Udin dengan warga Bengkong Wahyu ini merupakan bagian dari reses anggota fraksi PDIP Batam, untuk menjemput aspirasi warga.
Udin mengatakan, untuk persoalan penanganan banjir pihaknya akan segera mengomunikasikan dengan dinas terkait.
Penanganan banjir selama ini sudah menjadi prioritas. Untuk itu, pembangunan infrastruktur sudah menjadi atensi bagi DPRD Batam dalam menyusun anggaran bersama Pemko Batam.
"Semoga ibu dan bapak semua juga komitmen mendukung langkah saya dalam memperjuangkan hal yang menjadi kebutuhan bapak dan ibu semua," kata Udin.
Sementara itu, untuk persoalan ketersediaan lapangan kerja, Udin menjelaskan saat ini DPRD tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah terkait penggunaan tenaga kerja lokal atau tempatan untuk diprioritaskan mengisi lowongan pekerjaan yang disediakan perusahaan.
"Saya dipercaya untuk menyusun Perda soal tenaga kerja ini. Jadi salah satu poin adalah memprioritaskan anak-anak lokal untuk diterima bekerja. Selama ini perusahaan banyak mengambil dari daerah lain," ujarnya.
Bapak empat orang anak ini juga berpesan kepada orangtua yang hadir saat reses untuk mengingatkan anak usia kerja, agar mempelajari matematika dasar. Karena materi tersebut muncul dalam tes masuk perusahaan.
"Saya sudah bertemu dengan asosiasi HRD Batam, dan mereka sampaikan banyak yang gagal untuk tes dasar matematika. Ini yang saya minta, kuasai minimal dasar hitung-hitungan saja dulu," katanya.
Ia melanjutkan sudah tiga kali diberi amanah oleh rakyat. Masa jabatan akan berakhir 31 Agustus 2024 mendatang.
Polisi di Batam Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Alami Sakit |
![]() |
---|
Mahasiswi Ungkap Beratnya Jadi Guru di Pulau, Ini Respons Wali Kota Batam |
![]() |
---|
Amsakar Jawab Tuntutan Mahasiswa, Ajak Sosialisasi Kesadaran Warga soal Sampah dan Banjir |
![]() |
---|
BEM SI Kepri Nilai Kebijakan Investasi Batam Jauh dari Kepentingan Rakyat |
![]() |
---|
Batam Jadi Tempat Penyelundupan Manusia, Sepanjang Tahun Polda Kepri Tangkap 84 Mafia TKIĀ |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.