Rabu, 22 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Tanjungpinang Punya Penyimpanan Cabai Kapasitas 7,5 Ton, Didanai APBN Rp 2,1 M

Tanjungpinang kini punya tempat penyimpanan cabai berkapasitas 7,5 ton. Di tempat ini cabai bisa tahan hingga 3 bulan. Pembangunannya pakai APBN

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad saat menghadiri peresmian penyimpanan atau cold storage untuk cabai berkapasitas 7,5 ton di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tanjungpinang atau tepatnya di Dompak, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari memiliki tempat penyimpanan cabai.

Penyimpanan atau cold storage untuk cabai ini berkapasitas 7,5 ton, dengan lama bertahan bahan pangan hingga tiga bulan.

Biaya pembangunan tempat penyimpanan cabai ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp 2,1 miliar.

Usaha mendapatkan itu merupakan hasil pendekatan dari Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kesehatan Hewan (KP2KH), Rika Azmi yang menjemput bola, bertemu langsung Kepala Bapanas RI, Arief Prasetyo Adi di Jakarta tiga bulan lalu.

Bantuan yang diminta ke pusat itu tidak hanya penyimpanan cabai saja. Ada juga container daging di Karimun yang rencananya akan diresmikan bulan depan.

“Dalam waktu tiga bulan permintaan kita dipenuhi. Kita harus buktikan ini sukses, sehingga bisa meminta bantuan yang lain. Kita kontrol langsung cold storage cabai ini dan container untuk daging di Karimun," ujar Ansar, Sabtu (28/10/2023).

Baca juga: Gubernur Ansar Bertemu Menteri Basuki, Sampaikan 3 Rencana Pembangunan di Kepri

Menurutnya, penyediaan cold storage ini sangat mendukung upaya Pemprov Kepri yang saat ini sedang getol melaksanakan gerakan tanam cabai bersama.

Di mana cabai merupakan salah satu komoditi penyumbang terbesar inflasi di Kepri.

"Alhamdulillah dari hasil neraca pangan kita, saat ini sebulan kita sudah bisa memproduksi rata-rata 600 ton. Jadi masih minus lebih kurang seratus ton. Namun kita juga menghindari jangan sampai kalau nantinya terjadinya panen raya cabai di Kepri karena kelebihan supply dibandingkan demand, harga dapat merosot. Untuk itu tersedianya cold storage ini akan sangat membantu mengontrol hal tersebut," katanya.

Ansar mengaku, gerakan menanam cabai tersebut sangat mempengaruhi kestabilan inflasi di Kepri yang saat ini terbilang sangat baik. Dengan rincian bulan Agustus 2023 dibandingkan dengan Juli 2023 (m-t-m) sebesar 0,16 persen, sedangkan Agustus 2022 dibandingkan dengan Agustus 2023 (y-o-y) sebesar 2,97 persen.

"Pengendalian inflasi ini mempengaruhi daya beli masyarakat, yang merupakan salah satu indikator capaian Indeks Pembangunan Manusia bersama pendidikan dan kesehatan. Kita bersyukur Kepri ini menempati urutan keempat terbaik di Indonesia dengan angka 76,46 poin di tahun 2022," imbuh Ansar.

Baca juga: Ansar Minta Pertimbangan Khusus untuk Dana Perimbangan dan Insentif Fiskal Kepri

Ansar saat menghadiri peresmian itu juga menyerahkan secara simbolis bantuan pertanian kepada beberapa kelompok tani di Tanjungpinang.

Ada kategori komoditi cabai merah besar dengan jumlah penerima bantuan 6 kelompok berupa benih cabai 150 sachet, pupuk NPK 4.750 Kg, pupuk organik 4.800 Kg, dan Mulsa 50 Roll.

Kemudian, komoditi holtikultura dengan penerima bantuan 6 kelompok berupa pupuk NPK 20.000 Kg, pupuk organik 2.960 Kg, dan Mulsa 20 Roll.

Dan terakhir, bidang konsumsi pangan dengan jumlah penerima bantuan 5 kelompok. Berupa benih kacang 500 sachet, benih kangkung 20 pack, benih sawi 150 sachet, benih timun 100 sachet, benih bayam 20 pack, tanah hitam 120 m⊃3;, hand sprayer 10 Unit, polybag 250 Kg, NPK 250 Kg dan Pupuk Organik 1 Ton.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved