BERITA SINGAPURA
Hubungan Singapura dan Israel serta Sikap Negeri Singa Memandang Palestina
Sikap pemerintah Singapura memandang konflik Israel dan Palestina yang menyita perhatian dunia.
TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Konflik Israel Palestina rupanya juga memantik reaksi parlemen di Singapura.
Mereka rencananya akan membahas konflik ini pada Senin (6/11/2023) waktu setempat.
Selain konflik Israel dan Palestina, parlemen Singapura bakal membahas gangguan perbankan baru-baru ini dan kenaikan harga Certificate of Entitlement (COE).
Mosi telah diajukan oleh anggota parlemen Vikram Nair (PAP-Sembawang), anggota parlemen Alex Yam (PAP-Marsiling-Yew Tee) dan anggota parlemen Zhulkarnain Abdul Rahim (PAP-Chua Chu Kang) tentang Israel -Konflik Hamas.
Itu bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa kepada para korban tak berdosa dan korban sipil dalam perang tersebut.
Serta menganjurkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang mendesak kepada penduduk sipil di Gaza.
Perjanjian ini juga mengecam mereka yang bertanggung jawab atas aksi teroris dan pelanggaran hukum internasional, dan menyerukan semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga sipil, termasuk pembebasan semua sandera.
Mosi tersebut juga menegaskan kembali komitmen lama Singapura terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan mendesak semua warga Singapura untuk menjaga dan menjunjung perdamaian dan keharmonisan multiras dan multiagama.
Kelompok militan Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.400 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.
Yang menarik justru sikap pemerintah Singapura mengutuk serangan yang dilakukan Hamas.
Perdana Menteri Lee Hsien Loong bulan lalu mengatakan bahwa serangan itu 'mengerikan' dan tidak bisa dibenarkan seperti melansir CNA.
Meskipun Israel mempunyai 'hak yang sah untuk membela warganya', Israel harus mematuhi hukum Internasional, termasuk hukum perang, dan melakukan yang terbaik untuk melindungi keselamatan dan keamanan warga sipil, kata Kementerian Luar Negeri (MFA) bulan lalu.
Hubungan diplomatik Singapura dengan Israel terjalin sejak 11 Mei 1969 seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Singapura.
Israel bahkan memiliki kedutaan besar di Singapura.
Sikap negara Singapura itu justru berbeda dengan Indonesia dan Malaysia dalam memandang Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Hubungan-Singapura-dan-Israel.jpg)