Kamis, 21 Mei 2026

VIRAL OTAK KISRUH REMPANG

Kepala BP Batam Tanggapi Video Viral Dirinya terkait Otak Bentrok Kisah Rempang

Kepala BP Batam Muhammad Rudi tanggapi video viral dirinya terkait otak bentrok kisah Rempang. Rudi mempertanyakan balik keaslian video itu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
Ist
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Rudi tanggapi video viral dirinya terkait otak bentrok kisah Rempang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi menanggapi video viral pernyataan dirinya terkait polemik Rempang

Rudi mempertanyakan balik keaslian video viral yang menampilkan dirinya menyinggung sosok pejabat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkait demo Rempang berujung ricuh beberapa waktu lalu.

“Videonya asli tidak? Cek keaslian videonya terlebih dahulu,” kata Rudi, Sabtu (11/11/2023) di sela acara pelepasan Jambore Sepeda Lilat Nasional (Jamselinas) XII di Batam.

Rudi mengungkapkan dirinya belum mendapatkan video asli yang menayangkan dirinya tersebut.

Ia meminta agar ditunjukkan bukti yang meyakinkan mengenai kebenaran rekaman tersebut.

“Saya belum dapat video aslinya. Coba yang mendengarkan itu yang aslinya dia perlihatkan supaya tidak terjadi bias,” ujarnya.

Masih terkait video viral ini, Rudi berharap agar pihak yang bertanggungjawab atas penyebaran video tersebut dapat memberikan klarifikasi yang tepat terkait konteks video tersebut.

Baca juga: Wali Kota Batam Viral, Cerita Pengakuan Keluarga Tahanan Kasus Demo Rempang

Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman yang tidak diinginkan.

Video Viral Rudi dan Tanggapan Gubernur Kepri

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 18 detik beredar luas di media sosial. Dalam video itu, Rudi tampak menyampaikan pidato dalam sebuah acara di Harmoni One Hotel, Batam Center, Batam, pada Senin (30/10/2023).

Dalam video yang beredar, Rudi mengatakan ia mendapat informasi dari keluarga para pendemo yang ditahan, bahwa mereka didalangi oleh orang yang ada di Pemprov Kepri.

Rudi juga mengklaim sebagian besar pendemo bukan berasal dari Rempang, melainkan dari Tanjungpinang dan Daik Lingga.

Video tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan tim Pemprov Kepri.

Mereka menggelar konferensi pers pada Jumat (10/11/2023) malam di Hotel Aston, Kota Batam untuk memberikan klarifikasi.

Ansar mengatakan, dirinya merasa terusik karena ucapan dalam video viral tersebut.

Baca juga: Gubernur Kepri Jawab Tudingan Kepala BP Batam Soal Otak Bentrok Kisah Rempang

Ia menilai video tersebut mencoreng nama baik Pemprov Kepri sebagai institusi, menciptakan suasana yang kontroversial, dan menimbulkan perbincangan di tengah masyarakat.

Pasalnya dalam video tersebut, Rudi menyinggung nama Provinsi Kepri.

"Kalau provinsi membicarakan soal lembaga dan kalau sudah membicarakan soal lembaga harus ada bukti-bukti dan kejelasan, keterlibatan pemerintah provinsi urusan-urusan begitu," kata Ansar Ahmad dalam konferensi pers di Hotel Aston Batam, Jumat (10/11/2023).

Ansar tampak didampingi oleh sejumlah stafnya, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemprov Kepri, Hasan dalam pertemuan bersama sejumlah awak media itu.

Menurut Gubernur Kepri itu, sejak awal ia sudah memerintahkan kepada seluruh keluarganya dan pejabat di Pemprov Kepri untuk tidak ikut campur dalam urusan Rempang.

Karena ia menganggap masalah tersebut sangat sensitif.

Baca juga: Kapolresta Barelang Minta Publik Hormati Putusan Hakim Soal Praperadilan Rempang

Ia juga mengatakan ia sudah beberapa kali mengikuti rapat di Kementerian terkait proyek Rempang Eco City yang diusung oleh BP Batam.

Ia mengaku sepakat BP Batam yang punya kewenangan untuk menjelaskan segala hal tentang proyek tersebut kepada masyarakat.

"Silakan saja kalau ada (bukti keterlibatan Pemprov Kepri), saya sudah pesan siapa pun tidak boleh ada melakukan itu, orang WA saya tidak pernah menanggapi satu pun," kata Ansar Ahmad.

Ia berharap agar Muhammad Rudi fokus untuk menyelesaikan masalah Rempang dengan baik dan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan malah menciptakan polemik-polemik yang tidak perlu.

"Saya sudah sampaikan kemarin fokus selesaikan masalah Rempang ini dengan baik, itu justru jauh lebih penting investasi ini tapi harus membuat masyarakat kita lebih baik ke depan, daripada membangun polemik-polemik seperti ini," tutur Ansar Ahmad. (Tribunbatam.id/Aminuddin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved