BANJIR DI BATAM
Banjir di Batam Bikin Penghuni Rusunawa Perumnas Piayu Payah Beraktivitas
Banjir di Batam dialami penghuni rusunawa Perumnas cabang Batam di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Selasa (21/11/2023).
Sebelumnya terkait persoalan kondisi cuaca yang tak menentu, kepala seksi pusat informasi BMKG Batam, Suratman menjelaskan bahwa cuaca di Batam kerap tak menentu lantaran alias hujan lokal.
“Kepulauan Riau, Batam secara umum tak punya musim. Kita berada di garis khatulistiwa, curah hujan dapat terjadi kapan saja tergantung pada pertumbuhan awan. Massa udara penguapan dari air laut dapat membentuk awan hingga menjadi hujan,” kata Suratman beberapa waktu lalu.
Berkaitan dengan curah hujan yang terjadi secara lokal, kata Suratman menjawab hal tersebut tidak terlepas dari faktor topografi wilayah.
“Iya, jika dilihat dari faktor topografi wilayah wilayah Batuaji, Sagulung, Sekupang hingga Galang memiliki potensi curah hujan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan topografinya masih wilayah hijau, banyak pepohonan. Kondisi ini dapat menahan pergerakan masa udara sehingga pertumbuhan awan tertahan dilokasi tersebut,” terangnya.
Lantas ia pun mencontohkan, kenapa curah hujan lebih tinggi dikawasan pegunungan karena wilayah hijau dapat menahan pertumbuhan awan dilokasi tersebut sehingga menyebabkan hujan lokal.
Lebih jauh ia menjelaskan, memang profil cuaca di masing-masing kecamatan di wilayah Kota Batam berbeda.
Beberapa hari ini, gangguan cuaca yang mempengaruhi peningkatan curah hujan itu lebih terkonsentrasi di wilayah Barat, jadi yang lebih signifikan terkena dampaknya antara lain wilayah Batuaji dan Sagulung.(TribunBatam.id/Aminuddin/Ucik Suwaibah/Bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Banjir-di-Rusunawa-Perumnas-Batam-di-Piayu.jpg)