GUNUNG MARAPI MELETUS
Kesaksian Korban Selamat Erupsi Gunung Marapi, Tanah Bergetar dan Hujan Batu
Dalam erupsi Gunung Marapi yang viral, sejumlah korban selamat memberikan kesaksian mereka. Berikut kisahnya.
Yasirli Amri (21), mahasiswi Politeknik Negeri Padang lainnya, yang Minggu itu juga mendaki Marapi, juga sempat menelepon ayahnya, beberapa jam setelah letusan.
Dalam teleponnya, Yasirli mengaku haus dan sudah tidak sanggup lagi berjalan.
Hingga kemarin, ia belum berhasil dievakuasi. Kondisi terakhirnya belum diketahui. Teleponnya sudah tak lagi berfungsi.
Sepupu Yasirli, Ahmad Gandi Sabri (28) mengatakan, adik sepupunya berangkat ke Gunung Marapi sejak Jumat (1/12).
Saat pamit, Yasirli mengatakan menuju Gunung Marapi bersama rombongan berjumlah 18 orang.
"Di telepon itu, ia menyebut bahwa dirinya haus, kakinya rasa mau patah dan tidak sanggup lagi berjalan," ujar Sabri, kemarin melansir TribunJabar.id.
Seperti halnya Zhafirah, ini juga kali pertama Yasirli mendaki gunung.
Sabri dan keluarga berharap Yasirli berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Kami akan menunggu sampai adik kami turun," ujarnya.
Dua dari tiga jenazah yang sudah berhasil dibawa ke RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Ante Mortem Biddokkes Polda Sumbar.
Mereka adalah Muhammad Adan (21) mahasiswa UIR asal Pekanbaru dan Muhammad Teguh Ananda (20) mahasiswa Politeknik Negeri Padang asal Padang. Satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Hingga Selasa (5/12) malam, korban meninggal akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, bertambah menjadi 22 orang.
Sebelumnya, Basarnas Padang melaporkan ada 13 korban yang meninggal dunia hingga Selasa pagi.
Dengan ditemukannya sembilan korban baru, maka tinggal satu korban yang dinyatakan masih hilang.
"Total yang meninggal dunia menjadi 22 orang, bertambah sembilan orang setelah tadi kita dapatkan informasi," kata Kepala Basarnas Padang Abdul Malik saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Korban-erupsi-Gunung-Marapi-berhasil-dibawa-ke-Posk.jpg)