PENGUNGSI ROHINGNYA

Warga Galang Batam Tolak Opsi Pemerintah Tempatkan Pengungsi Rohingya

Warga Pulau Galang Batam mengomentari opsi pemerintah menempatkan pengungsi Rohingya di kampung mereka.

|
TribunBatam.id/Istimewa
PULAU GALANG BATAM - Tangkap layar Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggunakan Google Maps. Warga di sana bereaksi terkait opsi pemerintah menempatkan pengungsi Rohingya di sana. 

Namun, tidak semua warga setuju dengan usulan pemindahan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang.

Sebagian warga menolak kehadiran pengungsi Rohingya dengan alasan berbeda.

Amir, misalnya, mengaku mendapat informasi dari media sosial karakter pengungsi Rohingya berbeda dengan pengungsi Vietnam.

"Janganlah bang, menyusahkan saja nanti, kita saja sudah susah tambah susah lagi nanti," katanya.

Baca juga: Warga Batam Galang Dana Buat Palestina, Donasi Terkumpul Rp 73 Juta

Penolakan juga diungkapkan oleh seorang warga di Pulau Galang lainnya yang mengkritik tindakan pemerintah terhadap penduduk lokal di Pulau Rempang.

Ia membadingkan dengan perlakuan pada warga Rempang yang terkena kebijakan relokasi proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City.

"Orang kampung sendiri diusir, sekarang malah orang luar pula mau didatangkan," katanya.

KATA Mahfud MD

Opsi Pulau Galang di Batam yang muncul untuk menampung pengungsi Rohingya sebelumnya mendapat tanggapan dari Menkopolhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD menjelaskan jika pemerintah sedang mencari tempat penampungan baru lantaran lokasi saat ini sudah tidak mencukupi.

Dalam waktu dekat Pemprov Aceh, Sumatera Utara dan Riau akan rapat bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membicarakan tempat penampungan bagi pengungsi Rohingya.

Di sisi lain Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan berkoordinasi dengan badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, untuk ikut membantu menangani pengungsi Rohingya di Indonesia.

"Prinsipnya kami menganut diplomasi kemanusiaan karena sifatnya kemanusiaan maka kami sedang mencari jalan untuk nanti dicarikan tempat penampungan karena yang ada sudah tidak muat tapi kita akan segera mencari jalan untuk mencari secepatnya," ujar Mahfud saat jumpa pers di Kemenkopolhukam, Rabu (6/12/2023).

Mahfud menambahkan ada beberapa tempat yang diusulkan untuk menjadi lokasi penampungan pengungsi Rohingya.

Namun belum diputuskan pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved