Kamis, 7 Mei 2026

PILPRES 2024

Persaingan Panas Prabowo Subianito vs Anies Baswedan di Debat Perdana Capres 2024

Persaingan panas Anies Baswedan vs Prabowo Subianto di debat capres 2024, saling sindir soal penguatan demokrasi sampai polusi udara

Tayang:
IST
Muncul aura persaingan yang kuat antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto dalam debat perdana capres, Selasa (13/12/2023). 

Menurut Anies, sudah saatnya pembiayaan politik dihitung dengan benar.

Menanggapi hal itu, Prabowo mengatakan bahwa pernyataan Anies agak berlebihan karena mengeluhkan tentang demokrasi.

“Mas Anies, Mas Anies, saya berpendapat Mas Anies ini agak berlebihan. Mas Anies mengeluh tenteng demokrasi ini dan itu. Mas Anies dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa.”

“Saya yang mengusung Bapak. Kalau demokrasi kita tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi gubernur. Kalau Jokowi diktator Anda tidak mungkin jadi gubernur. Saya waktu itu oposisi, Anda ke rumah saya, kita oposisi, Anda terpilih,” beber Prabowo.

Anies pun kemudian menjawab bahwa Prabowo tidak tahan menjadi oposisi.

Begitu juga saat Prabowo Subianto mempertanyakan kebijakan Anies Baswedan soal pengurangan polusi.

Prabowo mempertanyakan saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta, polusi udara di Jakarta tinggi. Padahal Jakarta memiliki APBD Rp 80 triliun.

"Mas Anies pernah jadi Gubernur 5 tahun di DKI, anggaran DKI setahun sekitar Rp 80 triliun, jumlah penduduk DKI 10 juta.. tetapi selama Mas Anies memimpin sering kali DKI menerima indeks polusi tertinggi di dunia, bagaimana dengan anggaran Rp 80 triliun Pak Anies sebagai Gubernur tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti untuk mengurangi polusi?" cecar Prabowo ke Anies.

Anies menjawab masalah polusi di kota Jakarta ini disumbang transportasi.

"Kalau problem dalam kota, maka konsisten tiap waktu kita punya masalah polusi, kita lakukan pengendalian dari uji emisi yang sekarang wajib, yang kedua elektrifikasi kendaraan umum, ketiga konversi kendaraan umum. Jadi itu kita kerjakan sekarang untuk tangani polusi udara Jakarta," ungkap Anies.

Prabowo tidak puas dengan jawaban Anies. Menurutnya tidak bisa hanya menyalahkan angin dalam persoalan polusi, sebab harusnya pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi.

"Ya susah kalau kita menyalahkan angin dari mana saja," ujar Prabowo.

Atas tanggapan tersebut Anies kemudian menyebut Prabowo fiksi.

"Inilah bedanya yang bicara pakai data dan fiksi, saya pakai data," kata Anies membalas.(ath)

 

 

 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved