Senin, 11 Mei 2026

KARIMUN TERKINI

Aksi Bunuh Diri di Karimun VIRAL, Kemenag Imbau Khatib Serukan Iman dan Taqwa

Kemenag Karimun merespons maraknya aksi bunuh diri dengan meminta khatib untuk menyerukan pentingnya iman dan taqwa.

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id via kepri.kemenag.go.id
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Jamzuri, M.Si merespons maraknya aksi bunuh diri di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Aksi bunuh diri di Karimun membuat Kemenag bereaksi.

Kemenag Karimun menerbitkan surat imbauan menyikap aksi bunuh diri tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Karimun, Jamzuri mengatakan pihaknya akan melakukan pembinaan melalui para khatib Jumat untuk membahas larangan bunuh diri kepada para jemaah.

"Kita akan melakukan pembinaan termasuk di KUA setiap wilayah untuk menyampaikan ceramah. Paling tidak untuk meminimalisir tindakan bunuh diri yang belakangan terjadi," ujar Jamzuri, Jumat (2/2/2024).

Jamzuri menambahkan imbauan tersebut akan dilaksanakan selama dua kali Jumat terhitung sejak hari ini tanggal 2 dan 9 Februari 2024 mendatang.

"Pesan-pesan yang disampaikan intinya untuk meningkatkan iman dan taqwa, agar sebisa mungkin menghindari hal yang dimurkai Allah, karena bunuh diri itu jelas dilarang," ujarnya.

Selain itu, setiap penyuluh yang ada di masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA) di minta dapat menyampaikan kepada masyarakat.

"Spesifik untuk yang menangani memang belum ada, tapi kita punya penyuluh. Mereka nanti akan sampaikan di binaan masing-masing, jadi disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

Sedikitnya, ada tiga aksi bunuh diri yang terjadi selama Januari 2024.

Bahkan pemicunya juga cukup beragam.

Berawal dari pegawai berinisial D (43) yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di lantai enam menuju lantai tujuh RSUD Muhammad Sani pada 20 Januari 2024.

Baca juga: Pegawai RSUD Muhammad Sani Karimun Sempat Ungkap Ingin Bunuh Diri ke Dokter Ahli Kejiwaan

Diketahui korban memiliki masalah kesehatan yang di diagnosis dokter ahli kejiwaan sebagai depresi yang berdampak menimbulkan insomnia atau gangguan tidur.

Kemudian, pemuda BR (24) yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kebun orangtuanya kawasan Poros, Kelurahan Pamak, pada 29 Januari 2024.

Korban yang di duga akan mendapatkan penganiayaan dari seorang oknum. Namun proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian.

Terakhir, korban berinisial YK (32) warga Telaga Timah nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di atas ranjang kamar tidurnya, pada 31 Januari 2024.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved