KOTA BATAM
Viral Ayah Aniaya Anak di Batam, Berjani Tak Ulangi Perbuatan yang Saama
Diakuinya, di era digital saat ini menjadi tantangan sendiri orang tua. Berbagai tindakan remaja yang dinilai negatif muncul harus diminimalisir denga
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Video viral di media sosial ayah kandung aniaya anak kandungnya yang masih kelas SD jadi sorotan publik Batam. Berbagai komentar bermunculan. Semuanya menyayangkan kejadian dalam video viral tersebut.
Berdasarkan informasi dihimpun, video viral ayah aniaya anaknya terjadi Batam, tepatnya di kawasan Edofa Marina City Batam. Sang Ayah yang belakangan diketahui bernama R mengaku, ia kesal pada anaknya yang bermain game sampai larut malam.
Sang anak sudah diingatkan agar berhenti main game dan segera tidur. Sang anak tak sepatutnya begadang sampai pagi dini hari main game sebab masih usia sekolah dasar.
Rupanya pada saat ia melakukan tindakan pada sang anak, ada yang merekam. Rekaman video pun viral dan jadi pergunjingan publik di media sosial.
Sang ayah pun sudah memberikan klarifikasi soal video viralnya kepada polisi dan perangkat RT RW. Dia menyatakan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya kepada sang anak. Janji tersebut isaksikan perangkat RT RW di lingkungan tempat tinggal si ayah.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Batam angkat suara soal kejadian dalam video viral ayah aniaya anak kandung.
Baca juga: Dugaan Penganiayaan di Tanjungpinang Berujung Laporan Polisi Seret Andi Cori
Baca juga: Afifah Riyad Datangi Polda Metro Jaya untuk Laporkan Kasus Penganiayaan
Wakil Ketua KPAI Batam Nina Inggit Garnasih mengatakan, kejadian dalam video viral menyiratkan lemahnya pengasuhan dan pengawasan orang tua dalam keluarga.
Ia menekankan, anak butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Komunikasi intens dalam keluarga pentinh untuk terus dijalin.
"Harus tingkatkan komunikasi dalam keluarga," ujarnya, Sabtu (03/02/2024).
Diakuinya, di era digital saat ini menjadi tantangan sendiri orang tua. Berbagai tindakan remaja yang dinilai negatif muncul harus diminimalisir dengan menciptakan suasana rumah dan lingkungan yang kondusif.
"Semuanya berawal dari rumah, lingkungan keluarga yang nyaman, harmonis, penuh perhatian dan komunikasi yang baik. Semoga para orang tua selalu diberi kesabaran dalam mendidik anak," ungkapnya.
Terkait rencana sang ayah untuk meminta maaf secara langsung kepada sang anak dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, Nina menyambut baik langkah tersebut.
Namun, Nina meminta agar ada surat pernyataan yang disaksikan pihak berwajib. Hal ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
Perlindungan anak, menurut Nina, harus terus ditingkatkan agar di masa depan tidak terus terjadi kejadian berulang.Semua pihak harus bahu-membahu memastikan hal ini. (AMINUDDIN/TRIBUNBATAM.id)
| DPRD Batam Minta PT BSI Dilarang Beroperasi Sebelum Semua Perizinan Mereka Lengkap |
|
|---|
| LPA Batam Minta Proses Hukum WN Afghanistan Dilanjutkan, Pertanyakan Pengawasan Pencari Suaka |
|
|---|
| Realisasi PMDN Kota Batam Capai Rp 1,71 Triliun Terdorong Sektor Properti dan Industri |
|
|---|
| Sharing Jurnalistik SMAIT Imam Syafii Nongsa dengan Tribun Batam, Bahas Algoritma Google dan Medsos |
|
|---|
| Pemko Batam Terima 33 Permohonan Pemanfaatan Ruang, Sekdako Singgung Kelengkapan Dokumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31-7-2021-ilustrasi-penganiayaan.jpg)