Jumat, 10 April 2026

KECELAKAAN KERJA DI BATAM

Polisi Periksa Tujuh Saksi terkait Pekerja Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Batam

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi terkait kecelakaan kerja di Batam yang menewaskan Messa Sembiring, Kamis (15/2).Polisi akan gelar perkara kasus ini

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
KORBAN - Peti mati berisi MS, korban kecelakaan kerja di Batam saat akan dibawa menggunakan mobil ambulans menuju Bandara Hang Nadim Batam dari RSUD Embung Fatimah, Kamis (15/2/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus pekerja tewas tertimpa mesin potong di PT Fuyuan Plastic Industry Tanjunguncang, Batam masih dalam penyelidikan polisi.

Informasi terbaru, sudah tujuh orang diperiksa polisi sebagai saksi dalam kecelakaan kerja di Batam yang menewaskan Messa Sembiring (20).

"Kami baru periksa saksi-saksi, saat ini sudah tujuh saksi yang kami periksa. Mulai pengawas dan juga operator forklift," kata Kapolsek Batu Aji, AKP Benny Syahrizal, Jumat (16/2/2024).

Adapun operator forklift yang berkaitan dengan kecelakaan kerja ini statusnya masih saksi.

Baca juga: Korban Kecelakaan Kerja di Batam Masih Anak Baru di PT, Sosoknya Dikenal Pendiam

"Nanti kami akan lakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka," ucapnya.

Benny tak menampik kecelakaan kerja tersebut disebabkan karena adanya kelalaian dari pihak perusahaan.

Ia belum banyak berkomentar terkait insiden ini. Polisi masih fokus membantu pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Karo, Sumatera Utara.

"Nanti untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan," kata Benny.

Dari teman Messa Sembiring yang ditemui di Kamar Jenazah RSUD Embung Fatimah Batam, diketahui, korban baru beberapa minggu bekerja sebagai pekerja harian lepas di perusahaan daur ulang plastik di Batam ini.

Sebelum meninggal dunia, korban pernah cerita kalau dirinya tidak sanggup bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja.

"Korban ini sudah beberapa kali cerita, setelah gajian mungkin tidak akan lanjut lagi dan dia mau pulang kampung," kata sumber yang tak mau namanya dikorankan, Kamis (15/2/2024).

Baca juga: Korban Kecelakaan Kerja di Batam Alami Cedera Parah di Kepala, Jenazah Dibawa ke Karo

Ia mengatakan awal masuk kerja, korban bertugas sebagai operator mesin potong.

"Yang kami kerjakan itu kan sortir plastik. Jadi bahan produksi itu plastik yang didatangkan dari luar negeri yang sudah di-packing rapi. Jadi mesin yang menimpa korban ini mesin untuk pemotong tali," kata sumber.

Ia juga menceritakan kejadian yang membuat rekan kerjanya itu menghembuskan napas terakhirnya.

Insiden nahas tersebut terjadi pada Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 08.15 WIB.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved