Selasa, 21 April 2026

LINGGA TERKINI

Mimpi Warga Pulau Mepar di Lingga Nikmati Listrik 24 Jam, Begini Kabar Terbarunya

Kades Mepar di Lingga, Faif Sundoyo ungkap, besar harapan warganya bisa merasakan listrik 24 jam. Saat ini listrik baru nyala 14 jam dari sore ke pagi

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok. Dispar Lingga/Drone
Potret Pulau Mepar di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri diambil dari udara 

Kepala PLN ULP Dabo Singkep, Marwan Sholeh menjelaskan, pihaknya melakukan survei lapangan untuk kelengkapan kajian risiko, kelayakan operasional, dan kelayakan financial terkait pemasangan tiang PLN di Pulau Mepar.

"Setelah selesai tahap ini, mudah-mudahan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Di tahap ini memang belum bisa kita kasih gambaran proses kapan akan dimulai," ungkap Marwan beberapa waktu lalu.

Namun, Marwan optimis dengan sinergi yang baik antara PLN dan masyarakat setempat, semua tahapan dapat diselesaikan dengan efisien.

Baca juga: Warga Pulau Mepar Lingga Menanti Listrik PLN Menyala 24 Jam

"Kami berharap tahapan ini dapat berjalan lancar, dan dengan dukungan serta kerjasama semua pihak, Desa Mepar bisa segera menikmati layanan listrik 24 jam," ucapnya.

Terkait pasokan listrik, Marwan menerangkan sentral nantinya akan disuplai dari PLN ULP Daik Lingga (PLTD Musai), dengan memastikan jumlah mesin yang memadai.

Awalnya, pihaknya merencanakan menggunakan tiang portal.

Namun, hasil survei tim lapangan akan menentukan konstruksi yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan Desa Mepar.

"Tetap hasil survei dari tim yang akan menemukan kontruksi yang sesuai dengan kondisi di lokasi dan mereka akan menganalisa sesuai kebutuhan," tuturnya.

Pulau Mepar Lokasi Sejarah di Kerajaan Riau-Lingga

Alasan kuat harapan terealisasi listrik di Pulau Mepar, salah satunya karena historisnya.

Pulau itu menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya yang kerap didatangi pengunjung.

Dahulunya Pulau Mepar termasuk salah satu benteng pertahanan pada masa Kerajaan Riau-Lingga.

Dengan lokasi yang dijadikan benteng pertahanan, Pulau Mepar sendiri sangat mirip dengan Pulau Penyengat di Tanjungpinang.

Ada empat benteng yang terkenal dan berada di bukit Pulau Mepar, yakni Benteng Lekok, Benteng Hilir, Benteng Tanjung Segi Tiga dan Benteng Tengah.

Pegiat Sejarah di Lingga, Lazuardy mengatakan di Pulau Mepar terdapat delapan meriam yang masih tersisa hingga saat ini.

Di antara delapannya, Meriam Sumbing merupakan meriam yang paling unik dan paling dikenal di antara semuanya.

Baca juga: Pulau Mepar Simpan Peninggalan Kerajaan Riau Lingga Hingga Dapat Pengakuan Nasional

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved