BINTAN TERKINI

Lumpur Minyak Hitam Kembali Cemari Pantai di Bintan Buat Nelayan Tak Nyaman

Nelayan di Bintan jengkel setiap kali ada cemaran lumpur minyak hitam di pantai atau pun laut. Karena berdampak ikan pada mati,nelayan tak bisa melaut

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Lumpur minyak hitam mencemari pantai di Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Jumat (23/2/2024). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pantai di sekitar Trikora, Malang Rapat hingga Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepri tercemar lumpur minyak hitam (sludge oil).

Tak saja merusak keindahan alam, seperti pasir putih, minyak kotor itu mengurangi mata pencaharian warga sekitar yang berprofesi nelayan.

Seorang nelayan, Bob (34) mengaku jengkel dengan adanya cemaran minyak di pantai tersebut.

Apalagi kejadian ini bukan yang pertama kali.

"Tumpahan dan pencemaran ini merupakan kesekian kalinya. Kasihan kami para nelayan. Jika sudah begini kami pun tak bisa melaut lagi," kata Bob, Jumat (23/2/2024).

Baca juga: Limbah di Batam Muncul Lagi, Minyak Hitam Cemari Perairan Batu Ampar

Dia waswas dengan adanya pencemaran itu. Pasalnya ikan mati dan merusak kebersihan laut di Malang Rapat.

Pemerhati mangrove, Iwan Winarto pun mengakui hal serupa.

Ia mengatakan, limbah minyak hitam kembali mencemari pantai di Bintan.

"Pencemaran masih di sekitar pantai Malang Rapat dan sekitarnya," kata Iwan.

Menurutnya, lumpur minyak hitam yang mencemari pantai di Bintan sangat membahayakan ekosistem di laut dan pantai.

Tidak hanya itu, pencemaran ini sangat merugikan nelayan karena mereka tidak bisa melaut dan mencari ikan.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bintan ini mengatakan, kejadian ini juga berdampak ke wisatawan yang tak nyaman.

Baca juga: Limbah Minyak di Batam Cemari Laut Bikin Berang Warga Batu Merah

Karena itu, ia berharap, pemerintah dapat serius menangani hal ini dengan bekerjasama lintas sektor dalam menangani limbah minyak hitam supaya tak terulang.

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono mengakui, limbah minyak hitam mencemari pantai Malang Rapat, tetapi limbah yang mencemari pantai sudah dalam kondisi beku.

Dikatakannya, penanganan limbah akan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpolairud Bintan dan TNI dengan melibatkan masyarakat Desa Malang Rapat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved