Minggu, 12 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Harga Cabai Merangkak Naik, Pemko Tanjungpinang Segera Gelar Pangan Murah

Penyebab naiknya harga cabai merah, cabai hijau, dan nano itu disebabkan karena penyuplai dari Jawa mengalami panen yang tidak bersamaan.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Alfandi
Foto Penjabat (Pj)  Walikota Tanjungpinang, Hasan.   

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Harga cabai merangkak naik, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan segera menggelar operasi pasar dan pangan murah menjelang bulan Ramadhan.

Penjabat (Pj)  Walikota Tanjungpinang, Hasan menuturkan, operasi pasar murah, dan pangan murah menjelang Ramadhan akan dilakukan 3 sampai 4 kali di wilayah Kota Tanjungpinang.

"Langka itu dilakukan untuk  mengatasi harga cabai merah, cabai hijau, dan nano di kota Tanjungpinang semakin meningkat," kata Hasan, Kamis (29/2/2024).

Lanjutnya, penyebab naiknya harga cabai merah, cabai hijau, dan nano itu disebabkan karena penyuplai dari Jawa mengalami panen yang tidak bersamaan.

"Maka dari itu, kita meminta distributor di Batam, karena disana yang besar. Supaya pembagiannya bisa rata," terangnya.

Hasan juga menginggung mengenai kenaikan harga beras yang terjadi baru-baru ini hanya terjadi pada beras premium.

Baca juga: Harga Cabai di Tanjungpinang Naik, DPRD Kepri Imbau Manfaatkan Lahan Tidur

Baca juga: Harga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi Kepri November 2023

"Kalau untuk harga beras medium sampai saat ini tidak ada kenaikan," ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait intruksi Gubernur Kepri bahwa Pemko Tanjungpinang dan Kabupaten Kota lainnya untuk menggunakan subsidi transportasi cabai untuk mengatasi kenaikan harga.

Hasan menyampaikan bahwa transportasi harus menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan harus persetujuan banyak pihak, artinya jika itu memang situasinya sudah memungkinkan dan disitujui maka Pemko Tanjungpinang menggunakan BTT.

"Kalau selagi masih bisa dikendalikan dengan operasi pasar, kita tidak perlu mengunakannya. Tapi jika tidak memungkinkan kita akan menggunakan BTT. Sebab penggunaan BTT ini ibaratnya bencana daerah yang  mendesak," tutupnya.(als)

Baca berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved