TANJUNGPINANG TERKINI
Harga Cabai di Tanjungpinang Naik, DPRD Kepri Imbau Manfaatkan Lahan Tidur
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menyarankan untuk memanfaatkan lahan tidur menyiasati harga cabai di Tanjungpinang yang naik.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Harga cabai di Tanjungpinang yang naik jadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin.
Harga aneka cabai terpantau naik di Pasar Bintan Center.
Seperti harga cabai merah, cabai hijau dan cabai nano mengalami kenaikan yang lumayan tinggi.
Harga cabai merah dan cabai nano mengalami kenaikan mulai dari Rp 90 ribu sampai Rp 94 ribu.
Selain itu, harga cabai hijau juga alami kenaikan Rp 68 ribu, namun tidak terlalu signifikan.
Wahyu Wahyudin meminta Pemprov Kepri dan kabupaten dan kota untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi kebun cabai.
"Soalnya pemanfaatan lahan tidur ini akan membantu memenuhi kebutuhan cabai di Provinsi Kepri setiap tahunnya," terangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan cabai, dibutuhkan lahan seluas 300 Hektare.
Sementara perkebunan yang tersedia baru 160 Hektare.
Dengan kebutuhan lahan itu, Pemerintah Daerah bisa mengajak warga menanam cabai di lahannya.
Pemda menurutnya cukup memberi bantuan bibit dan pupuk subsidi.
"Apabila sudah panen, mereka jual ke pengepul. Jika pengepul tidak mau beli, BUMD saja yang beli, agar menjadi bisnis baru," terangnya.
Wahyu juga menjelaskan, selain memenuhi kebutuhan cabai, pemanfaatan lahan tidur ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru.
Baca juga: Harga Cabai di Tanjungpinang Naik 5 Kali Dalam Sebulan, Pedagang Ungkap Sebabnya
Soalnya pemilik lahan akan merekrut tenaga kerja yang sistem pengupahannya bisa secara bulanan ataupun bagi hasil.
"Jadi Pemda hanya memberikan bantuan di awal saja. Keuntungan pasca panen akan digunakan lagi sebagai modal untuk bercocok tanam cabai," ungkapnya.
Wahyu menambahkan, saat ini seluruh kabupaten/kota di Kepri masih memiliki lahan yang potensial untuk ditanami cabai.
"Tapi selama ini lahan itu tidak dimanfaatkan karena mereka kekurangan modal. Maka dari itu kita harapkan pemerintah hadir," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Komisi II DPRD Kepri Minta PDAM Tirta Kepri Teliti Verifikasi Lonjakan Tagihan Air di Tanjungpinang |
|
|---|
| Harga Sayur di Tanjungpinang Meroket, Pemko Sebut Dikarenakan Gagal Panen |
|
|---|
| Anak Luka Robek, Ayah Murka Hingga Mengamuk di IGD RSUD RAT, Kini Videonya Viral |
|
|---|
| Pemotor Alami Penurunan Kesadaran Usai Terlibat Kecelakaan dengan Mobil di Tanjungpinang |
|
|---|
| Peserta PBI JK Dinonaktifkan, Layanan Tetap Berjalan di RSUD RAT Tanjungpinang Meski Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/IMG-20231002-WA0034.jpg)