BERITA KRIMINAL
Kasus Asusila di Batam Korbannya Anak di Bawah Umur Marak, Erry Syahrial: Miris
Pemerhati anak Kepri, Erry Syahrial geram dengan kasus asusila di Batam yang menyasar anak di bawah umur serta makin marak.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus asusila di Batam dengan anak di bawah umur sebagai korbannya menyita perhatian sejak beberapa hari terakhir.
Setidaknya, terdapat 3 kasus asusila di Batam pada sejumlah kecamatan dengan pelaku pria dewasa bahkan lansia.
Iming-iming uang jajan dan barang yang nilainya tak begitu besar, anak polos yang belum mengerti banyak hal mudah terpengaruh bujukan tersebut.
Catatan TribunBatam.id sejak 25 Februari 2024 hingga 2 Maret 2024 merangkut 3 kasus asusila di Batam yang menimpa anak sekolah dasar hingga balita.
Korban yang mengalami tindak asusila di antaranya umur 10, 9 dan 3 tahun.
Mirisnya pelaku merupakan pria yang telah berusia 68, 67 dan 44 tahun serta kenal dengan korban.
Pemerhati Anak Kepri, Erry Syahrial menyayangkan tindakan penyimpangan perilaku seksual di Kepri khusunya di Batam meningkat.
Dari tahun ke tahun, meski sudah adanya langkah untuk menurunkan angka tindak pidana seksual pada anak namun belum secara maksimal angka tersebut turun.
"Miris sebenarnya mendengarkan anak-anak usia dibawah 10 tahun jadi korban pencabulan, pelakunya orang-orang yang sudah tua, sudah umur, yang mestinya menjaga anak-anak tersebut," ujar Erry Syahrial saat dihubungi TribunBatam.id, Jumat (8/3/2024).
Erry menekankan proses hukum terhadap pelaku pencabulan haruslah diberikan seberat-beratnya agar memberikan efek jera.
"Pelaku harus diproses secara hukum, berikan hukum yang setimpal dan seberat-beratnya supaya memberikan efek jera dan tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu lagi," kats Erry.
Ia mengaku prihatin karena perbuatan ini terjadi di lingkungan dekat dengan para korban, bahkan pelaku dan korban sudah kenal akrab.
"Memang anak-anak ini berada di posisi rentan dimanapun dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Anak-anak jadi korban penyimpangan seksual. Maka dari itu perlu adanya pengawasan terhadap anak," tambahnya.
Baca juga: Warga Singapura Tersangka Kasus Asusila di Batam, Korbannya Anak di Bawah Umur
Erry menuturkan sebagai langkah mudah, peran orangtua sangat diperlukan dalam menekan angka penyimpangan seksual di lingkungan rumah maupun masyarakat.
"Jadi orangtua ini harus bisa memberikan pemahaman mulai dari penggunaan hp apa yang boleh ditonton dan tidak, modus-modus kejahatan baik kriminalitas dan kejahatan seksual, dan lainnya," tutur Erry menjelaskan.
| Tiga Tahanan Narkoba Kabur Usai Sidang, Keroyok Pengawal Hingga Korban Alami Luka Serius |
|
|---|
| Siswi SMA Dicekoki Miras Hingga Tak Sadarkan Diri, Kemudian Digilir Berulang Kali Oleh 3 Pria |
|
|---|
| Tahu Anaknya Pernah Tidur Dengan Kekasihnya, Pria Ini Malah Ikut Tidurin Anaknya Hingga Hamil |
|
|---|
| Ayah Kandung Rudapaksa Anaknya Hingga Hamil dan Melahirkan, Warga Emosi dan Kepung Rumah Pelaku |
|
|---|
| Siswi SD Tewas Usai Loncat Dari Lantai 3 Pasar, Ternyata Terpengaruh Hero Game Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1512ketua-kppad-kepri-erry-syahrial.jpg)