TRIBUN BATAM PODCAST
Mengenal Estetik di Bidang Bedah Plastik
Prof Dr dr David S, Perdanakusuma Sp-Bp-RE(k) hadir sebagai narasumber Tribun Batam membahas tema 'Mengenal Estetik di Bidang Bedah Plastik'
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Operasi bedah plastik bukanlah hal yang baru, tetapi sudah dilakukan oleh tim medis sejak tahun 1798.
Dikutif dari berbagai sumber, operasi bedah plastik tersebut pertama kali digunakan oleh ahli anatomi dan ahli bedah Perancis.
Prosedurnya dilakukan pada bagian tubuh dari kepala hingga ujung kaki. Namun istilah plastik pertama kali digunakan oleh von.
Ia mendefinisikan bedah rekonstruktif sebagai upaya untuk mengembalikan individu ke keadaan normal dan bedah estetika sebagai upaya untuk melampaui keadaan normal.
Baca juga: Awal Bros Luncurkan Aesthetic Center di Batam, Layani Perawatan Facial, Laser, hingga Bedah Plastik
Seiring berjalannya waktu, bedah plastik tersebut terus berkembang dan saat ini bedah plastik bukan lagi hanya menangani orang yang tidak normal menuju normal, tetapi bedah plastik sudah dilakukan untuk yang normal menuju yang lebih normal.
Atau sering disebut untuk menjadi lebih cantik, lebih ganteng dan lain sebagainya.
Untuk membahas lebih jauh mengenai bedah plastik, Tribunbatam.id (TB) dalam acara Podcast melakukan wawancara khusus dengan Prof Dr dr David S, Perdanakusuma Sp-Bp-RE(k), Dokter Spesialis Bedah Plastik-Rekonstruksi dan Estetik, Konsultan Estetik Lanjutan (D).
TB: Prof David sudah berapa lama berkecimpung di dunia bedah plastik?
D: Sebenarnya untuk terjun ke dunia bedah plastik ini sudah 27 tahun. Jadi saya masuk ke dunia bedah itu tahun 1997.
Saat itu di Indonesia baru ada 30 dokter bedah dan jumlahnya sangat sedikit waktu itu, dan operasi bedah plastik itu masih digunakan untuk operasi dari yang tidak normalenunu ke normal.
TB: Waktu itu seperti apa tantangannya masuk ke dalam dunia medis bedah plastik?
D: Waktu itu tantangannya memang cukup banyak karena saat itu saya nomor 30 dalam dunia bedah plastik di Indonesia. Jadi jumlah sangat sedikit.
Sementara saat itu yang harus ditangani lebih dari dua ribuan orang. Kalau sekarang jumlah dokter bedah plastik sudah ada 310 orang ya.
Bahkan saat ini sudah ada satu negara yang mempromosikan bedah plastik menjadi andalan negaranya.
TB: Saat itukan jumlah dokter spesialis bedah plastik masih jarang, apakah saat itu memang jarang juga pasien bedah plastik.
| Polda Menyapa Awal 2026, Kabid Humas Polda Kepri Ajak Warga Kolaborasi Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| BP Tanjungpinang: Dari Lahan Kosong menuju Pesaing Singapura, Target Rp90 Miliar per Tahun |
|
|---|
| Sinergi Pemerintah, Masyarakat dan Aparat dalam Menangkal TPPO di Provinsi Kepri |
|
|---|
| Kendaraan Lalu Lalang di Jalan Batam Tanpa Uji KIR, Apakah Ada Sanksi? |
|
|---|
| Tribun Batam Podcast Kupas Peran Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09032024podcast1.jpg)