Sabtu, 18 April 2026

BATAM TERKINI

Puluhan Pekerja PT Indo Tirta Suaka Ikut Rapat Bipartit di Disnaker Kota Batam

Firgil mengatakan rapat Bipartit tersebut dihadiri perwakilan managemen dari Pt Indo Tirta suaka pulau Bulan. "Tadi hasilnya tidak Da, pihak menagemen

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Pertanian Sitanggang
RAPAT BIPARTIP - Pekerja Pt Indo Tirta Suaka yang mengikuti rapat Bipartit di Kantor Disnaker kota Batam, Senin (25/3/2024) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Puluhan pekerja yang di PHK dari PT Indo Tirta Suaka Pulau Bulan, Kota Batam ikut rapat Bipartit di Kantor Disnaker Kota Batam, Senin (25/3/2025).

Rapat bipartit kali ini membahas kesepakatan antara pekerja dan pihak Menagemen Pt Indo Tirta Suaka mengenai pesangon yang akan dibayarkan kepada perusahaan.

Sesuai dengan keputusan perusahaan dimana pekerja akan mendapat pesangon sebesar 0,5 persen dari lama bekerja. Sementara pekerja meminta akan keputusan tersebut ditinjau kembali.

Firgil mengatakan rapat Bipartit tersebut dihadiri perwakilan managemen dari Pt Indo Tirta suaka pulau Bulan. "Tadi hasilnya tidak Da, pihak menagemen tetap pada melaksanakan sesuai dengan keputusan yang sudah dikeluarkan," kata Firgil.

Karena tidak ada kesepakatan kata Firgil, rapat ditunda dan akan dijadwalkan kembali untuk rapat. "Jadi nanti kita akan kembali mengajukan syrat ke perusahaan," kata Firgil.

Seperti diberitakan sebelumnya Firgil Karyawan Pt Indo Tirta Suaka yang terkena pemecetan sepihak oleh perusahaan bersama 35 orang lainnya untuk gelombang pertama.

Baca juga: Keluarga 34 Terdakwa Kasus Rempang Berharap Dapat Berkumpul Sebelum Lebaran

Ditemui di Sagulung Firgil menceritakan dirinya sudah 10 tahun lebih bekerja di Pt.Indo Tirta suaka dan selama ini tidak pernah ada masalah dilapangan. "Saya sangat yakin kawan -kawan yang lain yang sudsj bekerja di atas lima tahun, pasti berkelakuan baik. Karena aturan di perusahaan tempat kami bekerja sangat ketat," kata Firgil.

Selama 10 tahun lebih bekerja di perusahaan Salim group itu, firgil juga mengatakan mereka sudah seperti keluarga yang saling menjaga satu sama lain demi kebaikan perusahaan.

"Kami sadar dua tahun lalu, ada kejadian dimana peliharaan di perusahaan terkena virus dan ribuan ternak mati. Hal itu juga berimbas terhadap ekspor ke Singapura," kata Firgil.

Sejak ribuan peliharaan dinyatakan kena virus aturan perusahaan di perketat dimana karyawan wajib tiga minggu lockdonw, tidak bisa keluar dari perusahaan selama tiga minggu dan hanya diperbolehkan tiga hari pulang, selanjutnya masuk kembali dan harus tinggal dilingkungan perusahaan.

"Itu semua kami jalani, dan kami tidak pernah mengeluh, meski kami harus jauh dari keluarga," kata Firgil.

Baca juga: Marlin Agustina Berbagi Sembalo di Bulan Penuh Berkah

Namun saat ini kata Firgil mereka langsung diberikan kabar bahwa akan ada pengurangan karyawan upaya efisiensi.

"Hal itu kami sadari dan kami tidak menentang hal itu. Kami juga terima jika memang ada pengurangan demi kebaikan perusahaan," kata Firgil.

Namun yang sangat mereka sesalkan dimana informasi pengurangan diberikan pukul 09.00WIB dan puk 13.00WIB, hari yang sama 36 orang langsung dipanggil wawancara dan diberikan surat PHK dan surat scorsing sekaligus.

"Ini sangat tidak masuk akal, karena selama ini perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi dan tidak pernah memberikan informasi mengenai kondisi sebenarnya perusahaan," kata Firgil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved