Selasa, 2 Juni 2026

Empat Pengusaha di Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Sedunia 2024 Versi Forbes

Empat pengusaha di Indonesia, Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, dan R Budi Hartono serta Michael Bambang Hartono, masuk daftar 200 orang terkaya 2024

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
kolase Tribunnews.com
PENGUSAHA INDONESIA - Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, R Budi Hartono, dan Michael Hartono, empat pengusaha di Indonesia yang masuk daftar 200 orang terkaya 2024 versi Forbes 

TRIBUNBATAM.id - Forbes merilis daftar orang terkaya sedunia 2024 pada awal April 2024 lalu.

Dari daftar itu, ada empat pengusaha di Indonesia yang masuk di dalamnya.

Mereka menempati peringkat berbeda, ada yang di peringkat 20an, 60an dan 70an dari 200 daftar orang terkaya sedunia 2024.

Empat orang itu yakni Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, dan dua Hartono bersaudara--R Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Baca juga: Mengenal Dewi Kam, Perempuan Tajir Seantero RI, Masuk Daftar 10 Orang Terkaya

Berikut profilnya.

1. Prajogo Pangestu

Prajogo menempati urutan ke-27 orang terkaya sedunia. Ia memiliki kekayaan bersih sebanyak 43,4 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp687,456 triliun.

Hal tersebut otomatis menjadikan Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia.

Prajogo Pangestu (79) lahir pada 13 Mei 1944 di Kalimantan Barat.

Putra pedagang karet ini pernah bekerja sebagai sopir angkot sebelum terjun ke dunia bisnis.

Karena hidup keluarganya yang pas-pasan, Prajogo hanya bisa menyelesaikan sekolah di tingkat menengah.

Prajogo memulai kariernya sebagai pengusaha pada 1960-an, saat bergabung dengan perusahaan jual beli kayu milik orang Malaysia, Djajanti Timber Group.

Prajogo kemudian dipercaya menjadi general manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur pada 1976.

Setahun berkarier, Prajogo memutuskan untuk keluar dan memulai bisnisnya dengan membeli CV Pacific Lumber Coy.

Perusahaan itu lantas diganti namanya menjadi Barito Pacific Timber.

Tetapi, Prajogo kembali mengubah nama Barito Pacific Timber menjadi Barito Pacific pada 1993, setelah melakukan diversifikasi ke lini bisnis lain.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved