Cara Diet Intermittent Fasting, Ampuh Turunkan Berat Badan dan Kurangi Masalah Kesehatan
Simak cara melakukan diet Intermitten Fasting atau puasa intermitten, tak hanya ampuh turunkan berat badan tapi juga bisa kurangi masalah kesehatan.
TRIBUNBATAM.id - Berikut cara diet Intermittent Fasting yang dipercaya ampuh turunkan berat badan.
Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan sejumlah cara, termasuk diet.
Seiring berkembangnya ilmu kesehatan, diet pun memiliki sejumlah jenis.
Belakangan ini, diet Intermittent Fasting cukup ramai diperbincangkan dan dilakukan oleh berbagai kalangan.
Intermittent Fasting atau puasa intermitten dipercaya menjadi metode yang ampuh untuk menurunkan berat badan.
Baca juga: INI Penyebab Berat Badan Stuck Saat Diet, Lakukan Tips Ini agar Bobot Tubuh Ideal
Intermittent Fasting identik dengan jendela makan di mana Anda dapat mengonsumsi makanan hanya dalam periode waktu tertentu.
Lantas, apa itu Intermittent Fasting dan bagaimana cara diet Intermitten Fasting?
Mengenal Intermittent Fasting
Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Intermittent Fasting adalah rencana makan yang berkaitan dengan waktu makan Anda atau dikenal dengan jendela makan.
Artinya, Anda hanya boleh makan di waktu tertentu saja.
Penelitian menunjukkan, berpuasa selama beberapa jam atau puasa intermitent memiliki manfaat bagi kesehatan.
Menurut Prevention, penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa puasa intermitent tidak lebih efektif mengurangi berat badan.
Ahli diet bersertifikat, Gina Keatley mengatakan, Intermittent Fasting dapat membuat seseorang mengalami defisit kalori sehingga berat badan akan turun.
Cara diet Intermittent Fasting: makan 8 jam, puasa 16 jam
Sebelum melakukan puasa intermiten, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Jika sudah disepakati, Anda dapat memilih pendekatan harian yang membatasi asupan makan per hari menjadi satu periode enam hingga delapan jam setiap hari.
Menurut Johns Hopkins Medicine, Anda memilih untuk mencoba puasa 16:8.
Artinya Anda makan selama 8 jam dan puasa selama 16 jam.
Rencana puasa intermiten lainnya dikenal sebagai pendekatan 5:2.
Cara ini melibatkan makan secara teratur lima hari dalam seminggu sementara dua hari lainnya, Anda membatasi diri dengan makan cukup satu kali sebanyak 500–600 kalori.
Baca juga: Cocok untuk Diet, Begini Cara Mengolah Kentang yang Sehat dan Rendah Kalori
Contohnya, Anda memilih untuk makan secara normal pada Senin sampai Kamis.
Sementara di laur hari itu, Anda cukup makan sekali per hari.
Penelitian Mattson menunjukkan, dibutuhkan waktu dua hingga empat minggu sebelum tubuh terbiasa dengan puasa intermiten.
Anda mungkin merasa lapar saat membiasakan rutinitas tersebut.
Manfaat Intermitent Fasting
Selain untuk menurunkan berat badan, Intermittent Fasting juga memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.
Dilansir dari Eat This Not That, penelitian menunjukkan bahwa diet intermittent tidak akan mempengaruhi kemampuan fisik dan kognitif Anda meskipun dilakukan selama dua hari berturut-turut.
Berikut sejumlah manfaat diet Intermittent Fasting:
1. Mengurangi lemak
Puasa intermiten bisa menurunkan berat badan sebesar 0,8 persen hingga 13 persen tanpa efek samping.
Penelitian University of Chicago menemukan bahwa wanita gemuk yang melakukan puasa intermiten akan kehilangan lemak mereka.
Studi lain menunjukkan bahwa puasa intermiten bisa menghilangkan lemak tubuh hingga 4 persen dalam tiga minggu.
2. Mengurangi masalah kesehatan
Puasa intermiten juga bisa meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin.
Akibatnya, tubuh akan mengubah karbohidrat menjadi energi.
Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari risiko masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, sleep apnea, dan beberapa jenis kanker.
Dikutip dari Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa puasa inetrmiten bermanfaat untuk mengurangi peradangan akibat penyakit berikut: Alzaimer Radang sendi Asma Stroke Akletosis ganda.
Baca juga: Terbukti Manjur, Begini Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Perlu Diet dan Olahraga
3. Panjang umur
Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan, pembatasa kalori bisa memperpanjang umur.
Hal ini karena puasa intermiten dapat mengurangi peradangan dalam tubuh dan memilnimalisir kematian.
4. Menurunkan kolesterol
Studi lain menemukan puasa intermiten secara signifikan bisa menurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik hingga 30 persen.
5. Mencegah penyakit diabetes
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan dan menurunkan glukosa puasa.
Puasa interminten juga mampu menurunkan kadar insulin puasa dan leptin sambil mengurangi resistensi insulin.
Studi tertentu menemukan, beberapa pasien yang melakukan puasa intermiten di bawah pengawasan dokter dapat membalikkan kebutuhan mereka akan terapi insulin dan mecegah penyakit diabetes tipe 2.
(TRIBUNBATAM.id)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Intermittent Fasting yang Ampuh Menurunan Berat Badan".
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Intermittent Fasting
cara diet Intermittent Fasting
Manfaat Intermittent Fasting
puasa intermitten
| Pekerja PT di Batam Tersangka Kasus Asusila Sesama Jenis, Korbannya Remaja Putri Umur 16 Tahun |
|
|---|
| Harga Emas Banda Baru Batam Hari Ini, Kamis, 23 April 2026, Update Pukul 11.33 WIB |
|
|---|
| Ditpolairud Polda Kepri Tangkap KLM Citra Samudra, Bawa 12 Ribu Batang Kayu Bakau Tujuan Singapura |
|
|---|
| Kasus Asusila Sesama Jenis di Batam Terbongkar Setelah Keluarga Remaja Terima Video via WhatsApp |
|
|---|
| Beli Rumah Rp1 M Malah Hanya Dianggap Sewa oleh Penjual, Akses Tutup Tembok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Intermittent-Fasting.jpg)