Senin, 20 April 2026

TRIBUN BATAM PODCAST

Potensi Koalisi Parpol di Pilkada Batam hingga Nama Amsakar dan Marlin Makin Menguat

Nama Amsakar Achmad dan Marlin Agustina makin menguat ikut Pilkada Batam 2024. Lalu bagaimana potensi koalisi parpol di Pilkada Batam? Simak di sini

|
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Mahmud Prakoso
PODCAST - Tribun podcast Edisi Ngomong Politik. Podcast dipandu Host Tribun Batam Thomm Limahekin (kanan) dan narasumber Dosen Universitas Riau Kepulauan Askarmin Harun (kiri), Senin (22/4/2024). 

Sehingga ini sangat memungkinkan ada tiga calon, apalagi kondisi pada hari ini meskipun ada dua petahana yang maju.

Baca juga: Pimpin Apel ASN Pemko Batam, Rudi Umumkan Akan Maju Pilkada Kepri, Marlin Pilwako


TB: Kira-kira restu yang diberikan DPP terhadap dua kader ini lebih kemana dan siapa yang harus dibuang?

AH: Ini yang saya bilang ada yang menarik dan ada kejutan tapi tidak secara real saya sampaikan itu. Bahwa memang sekarang masih tahapan lobi-lobi dua nama yang disampaikan merupakan kader dari internal sebuah partai. Tentu akan ada saling melobi di pusat. Maksudnya bisa saja Amsakar yang diusung atau malah sebaliknya Marlin yang diusung. Tergantung pada lobi-lobi yang dilakukan di tingkatan pusat. Bahkan bisa juga mereka bersama-sama.


TB: Apakah Amsakar sudah menduga kalau kemungkinan besar ia sudah tidak dipakai di Partai Nasdem atau seolah-olah membuat tingkat kepercayaan pusat semakin berkurang?

AH: Kalau kita lihat bisa saja ini adalah strategi DPP atau mengangkat popularitas atau bisa saja realnya dia merasa tidak akan diusung oleh partai yang membesarkan namanya.


TB: Amsakar juga terang-terangan mendeklarasikan diri ke Irwansyah melalui jalur independen. Bagaimana melihat potensi jalur independen di Batam?

AH: Inikan bagian strategi kalau memang tidak diusung oleh partai politik, tentu mereka memilih jalur independen. Sehingga upaya ini harus dilakukan meskipun kita lihat secara aturan itu berat. Di UU sudah jelas bahwa syarat untuk diusung menjadi calon independen harus 7,5 persen dari DPT yang ada.

Kalau kita lihat DPT Batam pada pemilu legislatif kemarin di angka 851 ribu, artinya dia butuh 63 ribuan. Untuk mengumpulkan gampang, tapi ada ketentuan yang berlaku. Dan banyak para calon yang enggak berhasil itu di syarat yang ketentuan itu.


TB: Pasca deklarasi Amsakar, bagaimana bung melihat respons masyarakat dan basis mereka terhadap dua figur ini?

AH: Saya melihatnya sebagai masyarakat, tergantung pihak yang melihat apakah itu tren positif ataupun negatif. Banyak kita lihat di masyarakat ada yang positif dan ada juga yang negatif. Artinya misalkan ketua partai politik tapi kok malah maju independen.


TB: Poros yang saat ini berpeluang besar terbangun adalah Gerindra dan Nasdem, masuklah Golkar untuk melobi ataupun mendekati Amsakar. Tentu Golkar punya kepentingan tersendiri. Bagaimana potensi Golkar ketika masuk ke Amsakar, apakah akan membentu poros baru?

AH: Ini semua masih dinamis, kalau kita lihat hal yang tepat apabila Golkar akhirnya mendorong Amsakar untuk maju, mengapa demikian? Inikah kepentingan bukan hanya Pilgub harus ada lineritas dalam pertarungan ini.

Baca juga: BREAKING NEWS, Golkar Usung Amsakar Achmad Maju Pilkada Batam 2024

Pak Ansar Ahmad pasti melihat potensi ini, sehingga ia harus mengimbangi figur yang didorong Partai Nasdem atau yang mendorong Pak Rudi.

Kemudian bagaimana peluang dari partai koalisi? Tentu akan ada tarik ulur. Misalkan partai yang memiliki jumlah kursi yang signifikan PDI-P. Saya yakin ini nanti akan ada mengimbang-imbang untuk berkoalisi. Artinya ini semua pasti berjalan ada PKS, PKB, Hanura, PSI, PPP.


TB: Ketika Golkar masuk mengambil Amsakar, apakah independen yang sudah dideklarasikan bersama Irwansyah masih bertahan atau justru Irwansyah yang dibuang?

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved