TANAM GANJA DI BINTAN
Penuturan Warga Bintan Kepri Tetangga Tersangka Tanam Ganja di Kebun, Terkenal Tertutup
Warga Bintan yang bermukim dekat kebun tempat tersangka menanam ganja mengungkap keseharian Aa (39) yang kini di Mapolres Bintan.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Warga di Perumahan Gria Permata 1, Kabupaten Bintan mengaku tak mengenal nama asli tersangka penanam ganja di kompeks mereka.
Pria berinial Aa (39) itu hanya diketahui oleh warga berdomisili di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Dia dikenal sebagai orang yang cukup tertutup dan jarang bergaul.
Pengakuan itu di sampaikan oleh seorang warga setempat, Sobirin kepada TribunBatam.id, Kamis (25/4/2024).
Selain tak mengenal namanya, Sobirin juga jarang melihat tersangka.
Selain itu, Sobirin juga tidak mengetahui aktifitas yang ada di dalam kebun itu.
"Saya hanya tahu dia nanam bibit-bibit saja, jenisnya saya kurang tahu," kata Sobirin.
Dia mengaku segan untuk melihat langsung ke dalam sebab kebun itu dikelilingi tembok dan kerap dikunci pemiliknya.
Seorang warga Bintan lain berinisial N pun mengakui hal yang sama.
Dia mengakui, kerap kali melihat rombongan datang ke kebun ini.
"Saya hanya kenal wajah saja. Mereka sekali datang rombongan sekeluarga," katanya.
Baca juga: Tersangka Narkoba di Bintan Kepri Tanam Ganja di Kebun, Aa Coba Kelabui Polisi
Mereka juga tidak sering datang ke sini, hanya seminggu sekali atau pun pas hari libur.
"Tersangka bukan warga sini. Saya pernah ngobrol sebentar katanya tinggal di Tanjungpinang, di sini hanya berkebun saja" lanjutnya.
Ketika ke kebun itu, dirinya hanya melihat pemilik kebun itu bakar sampah dan makan-makan saja di pondok dalam kebun itu.
"Saya juga tak pernah masuk sebab lokasinya di tutup rapat. Jika mereka keluar atau masuk pintu selalu di tutup," jelasnya.
Ia pun tak mengetahui apa pekerjaan utama tersangka saat ini.
Baca juga: Pengakuan Tersangka Narkoba di Bintan Kepri, Tanam Ganja Buat Konsumsi Sendiri
Warga setempat pun merasa kaget, pasalnya apa yang mereka lihat baik, ternyata ada aktivitas melanggar hukum yang di lakukan di sekeliling mereka.
Dengan adanya kasus ini membuat mereka lebih waspada lagi.
Mereka mengaku ke depan lebih berhati-hati.
Apalagi terhadap orang yang belum dikenali. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.