KASUS GURU ASUSILA DI NATUNA
Kasus Asusila di Natuna Kepri Ungkap Siasat Licik Oknum Guru Demi Penuhi Hasrat
Ungkap kasus asusila di Natuna Provinsi Kepri, polisi menangkap oknum guru berstatus PNS di salah satu SMP sebagai tersangka. Korbannya siswi.
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - F (35), tersangka kasus asusila di Natuna lebih banyak tertunduk saat digiring ke ruang konferensi pers Mapolres Natuna, Kamis (9/5/2024).
Tangannya tampak terborgol dengan dirinya mengenakan baju oranye bertuliskan tahanan dan mengenakan penutup kepala serta masker.
Kasus asusila di Natuna ini membuat geger karena berbeda dari yang kebanyakan pernah terungkap.
Sebab korbannya ialah siswi salah satu muridnya di SMP kabupaten terdepan itu.
Oknum guru di salah satu sekolah menengah pertama di Natuna mengaku sangat tahu dan paham jika perbuatannya itu hal salah.
Ia juga menyesali perbuatannya yang membawa dirinya mendekap dalam jeruji besi.
"Saya sangat menyesal pak," kata F dengan wajah tertunduk ke lantai.
Pengakuannya kepada polisi, wanita itu nekat berbuat asusila tahun 2020 lalu.
Tepatnya setelah beberapa bulan ia bercerai dengan suaminya.
Untuk memuaskan nafsu birahinya, F nekat mendekati anak didiknya di salah satu SLTP di Natuna.
Oknum guru yang telah berstatus PNS ini berusaha mendekati korban dengan berbuat baik, seperti memberikan makanan dan uang jajan.
Setelah kedekatan, kepercayaan antara pelaku dan korban terbangun, F mengajak korbannya untuk menginap di rumahnya.
Baca juga: Kasus Asusila di Natuna Korbannya Anak di Bawah Umur Terjadi Sejak Tahun 2021
Korban seorang anak perempuan berhasil diajak menginap di rumah pelaku dengan alasan sebagai teman. Alasannya pelaku hanya tinggal bersama seorang anaknya yang masih kecil.
"Katanya sama-sama mau. Tapi sebelum itu korban dibujuk rayu untuk melakukan pelecehan itu," kata Wakapolres Natuna, Kompol Rudi Ahmad Prasetyo, Rabu (8/5/2024).
Sejumlah tindakan asusila itu di antaranya mencium, meraba bibir dan dada korban.
Hingga memasukkan jarinya ke alat kelamin korban.
"Setelah itu pelaku minta gantian sama korban untuk diperlakukan hal yang sama untuk memuaskan hasratnya," jelasnya.
Wakapolres Natuna melanjutkan, kegiatan tercela itu sempat dilakukan beberapa kali oleh pelaku terhadap korbannya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Ibu Guru di Natuna Kepri Jadi Pelaku Asusila ke Siswa Sesama Jenis, Ini Kasusnya
Sementara itu, kejadian sekitar 3 hingga 4 tahun silam itu berhasil diungkap berkat keberanian korban.
Tindak pidana pencabulan ini berhasil diungkap Satreskrim Polres Natuna pada 8 April lalu.
Tepat dua hari setelah orang tua korban melapor ke Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan. Kemudian dilanjutkan laporan polisi di Polres Natuna.
"Korban berhasil menyampaikan pengalaman buruk itu ke orangnya. Dan orangtuanya membuat laporan polisi. Alhamdulillah pelaku bisa kami amankan," tutur Kompol Rudi.
Kasi Humas Polres Natuna, Aipda David Arviad mengimbau kepada seluruh masyarakat agar setiap orang tua dan pihak-pihak terkait untuk selalu memantau perkembangan dan pergaulan anak.
"Saat ini degradasi moral di Natuna terus meningkat, untuk itu seluruh pihak harus saling ambil andil baik di lingkungan rumah maupun di sekolah, para orang tua dan guru harus berperan aktif agar hal-hal serupa tidak terulang," imbuh Kasi Humas Polres Natuna. (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.