Selasa, 14 April 2026

BATAM TERKINI

Persaingan Kerja Makin Ketat Gen Z Terancam Jadi Pengangguran, Ini Kata Kadisnaker Batam

Batam yang dikenal sebagai kota industri, paling banyak membutuhkan tenaga kerja di posisi welder, galangan kapal, hingga teknologi atau IT. 

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengungkap angka pencari kerja (pencaker) ke Batam meningkat. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Beberapa waktu lalu, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan, ketersediaan lapangan pekerjaan dengan pencari kerja di masa depan tidak seimbang.

Hal ini dapat berdampak pada semakin sulitnya Generasi Z (Gen Z) mencari pekerjaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pada tahun 2023 terdapat sekitar 9,9 juta anak muda usia produktif yang tidak bekerja atau menganggur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, mengatakan, fenomena seperti itu sebenarnya sudah terjadi.

Persaingan kerja saat ini, terutama di Batam, semakin ketat.

Sementara itu, jumlah dan kondisi pencari kerja yang ada saat ini tidak bisa diserap seluruhnya oleh industri.

Ia menjelaskan, Batam yang dikenal sebagai kota industri, paling banyak membutuhkan tenaga kerja di posisi welder, galangan kapal, hingga teknologi atau IT. 

Baca juga: Viral Video Pencari Kerja di Batam Ikuti Tes Tinggi Badan, Ketua Apindo Ungkap Alasannya

Sementara, para pencari kerja di sini kebanyakan merupakan tamatan SMA non skill atau sarjana yang jurusannya tidak sesuai dengan dunia industri di Batam.

"Hal ini menjadi penyebab munculnya pengangguran. Serapan tenaga kerja rendah karena faktor tersebut," ujar Rudi, ketika dijumpai di kawasan Sekupang, Batam, pada Rabu (22/5/2024).

Ia menilai, untuk menekan angka pengangguran tersebut, perbaikan dapat dimulai dari bangku sekolah.

Sekolah-sekolah, terutama pendidikan vokasi (SMK), dapat menyiapkan jurusan-jurusan atau mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

Contohnya, SMK dapat menambah jurusan yang berkaitan dengan skill welder, offshore, teknik rekayasa, dan teknologi digital.

Sementara itu, saat ini pendidikan vokasi yang tersedia kebanyakan baru mengarah pada bidang pariwisata.

"Kurikulum Merdeka sebenarnya sudah mengarah ke situ, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah menyiapkan satuan pendidikan yang dapat menunjang program-programnya," komentar Rudi.

Ia mencontohkan, negara Singapura sudah memiliki data anak-anak yang akan melanjutkan kuliah dan anak yang hanya lulusan SMA.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved