KARIMUN TERKINI
Wabah Ulat Bulu Serang Perkebunan di Desa Pelambung Karimun Kepri
Sejak Maret lalu, wabah ulat bulu serang perkebunan di Desa Pelambung, Karimun, Kepri. Banyak pohon-pohon milik warga yang mengering akibat wabah ini
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Wabah ulat bulu menyerang perkebunan di kawasan RT 02, RW 01 Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Seorang warga, Yani mengatakan, wabah ulat bulu pertama kali diketahui saat melihat dedaunan pohon kelapa yang ada di sekitar rumahnya banyak yang rusak.
"Pertama saya tahu itu melihat pohon kelapa. Daun-daunya itu hilang dan kering. Pas dicek ternyata banyak ulat api," ujar Yani, Rabu (22/5/2024).
Ia menambahkan, wabah ulat bulu itu telah ada sejak tiga bulan lalu. Bahkan telah dilaporkan ke Pemerintah Desa Pongkar untuk ditindak lanjuti.
Baca juga: Ulat Bulu di Lingga Kepri Serang Warga Desa Kote, BPBD dan Dinas Pertanian Bertindak
Namun hingga saat ini, hama penganggu itu justru berkembang biak dengan jumlah yang relatif banyak.
"Awalnya sekitar bulan Maret. Pohon kelapa habis semuanya dimakan ulat. Tapi ini mulai menyerang pohon mangga dan pohon jambu," ujarnya.
Ia menyebut, pemdes sebelumnya sudah pernah melakukan pengasapan. Tindakan itu hanya mengurangi saja saat itu. Kini jumlah ulat bulu tersebut semakin banyak populasinya.
Yani berharap serangan wabah ulat bulu ini segera dapat ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Karimun.
Meskipun serangan wabah itu belum sampai ke rumah warga, namun warga khawatir populasi ulat itu terus bertambah dan akan menyerang rumah warga.
"Ini kalau tidak disapu pasti masuk ke rumah. Kami harap ini segera bisa hilang dan tidak menyebar lagi. Takut kena anak-anak dan masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Baca juga: Ulat Bulu Serang SMPN 1 Tanjungpinang, Sudah Terjadi Dua Pekan Terakhir
Sementara Kadis Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra mengatakan, penanganan ulat bulu itu telah dilakukan bersama Pemdes dilakukan observasi.
Kemudian, hasil observasi nantinya akan dibawa ke dalam rapat bersama Pemda untuk dicarikan solusi penanganannya.
"Sebenarnya sudah dilakukan langkah penanganan dengan dilakukan pengasapan, namun itu hanya mengurangi populasinya aja," ujar Sukriyanto.
"Tapi ini kita dapat laporan kalau jumlahnya semakin banyak, sehingga kami menurunkan tim ke lapangan untuk langkah penanganan lainnya," sambungnya.
Disinggung terkait langkah penyemprotan menggunakan cairan racun kimia, Sukri menyebut hal itu sangat berbahaya dan harus melalui kajian yang panjang.
"Kalau disemprot menggunakan cairan kimia, itu bahaya. Jadi tidak sembarangan, kita akan lihat hasil rapat koordinasi termasuk solusinya," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)
Baca berita lainnya di Google News
| Pemerintah Kabupaten Karimun Raih Dua Penghargaan Dari KPK dan BKKBN |
|
|---|
| Insiden Menghebohkan di Pantai Pelalawan, Sebuah Boat Tanpa Awak Berputar Sendiri |
|
|---|
| Bupati Karimun Relokasi Pedagang Pasar Puan Maimun ke Blok D, Demi Penataan dan PAD |
|
|---|
| Bupati Karimun Ke Wamen ESDM Sampaikan Tiga Poin Penting ini Ke Wamen ESDM |
|
|---|
| Wamen ESDM Sidak Terminal BBM Karimun, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22052024wabah-ulat-bulu-di-Karimun.jpg)